Keinginan Marilyn Manroe

AKTRIS cantik Marilyn Monroe tahu bahwa hidupnya akan berakhir sebentar lagi. Dia sudah merancang skenario bunuh diri yang sensasional meski baru berusia 36 tahun. Siapa peduli! Hidup sudah sangat membosankan baginya. Tapi masih ada satu hal yang mengganjal di hatinya. Dia belum punya keturunan yang bisa mewarisi ketenaran dan tentu saja kecantikannya. Kelak jika sudah mati, dia ingin dirinya bisa kekal dikenang orang melalui keturunanya yang musti cantik seperti dirinya dan juga cerdas. Dan dia sudah menentukan pilihan, satu-satunya orang yang tepat sebagai ayah dari anaknya adalah Albert Einstein. “Dialah orang tercerdas yang pernah hidup di dunia itu”, pikir Monroe. Akhirnya Monroe dan Einstein melakukan suatu pertemuan dan kesepakatan diperoleh. Enstein tidak terlalu berminat dengan Monroe tapi idenya lumayan brilian. Jadi Einstein hanya akan menyumbangkan spermanya untuk dilakukan pembuahan dengan metode inseminasi. Operasi dijalankan dengan hati berdebar. Waktu terus berlalu. Namun apa yang terjadi! Tidak seperti apa yang mereka harapkan, ternyata anak keturunan mereka lahir dengan paras pas-pasan seperti ayahnya dan akal yang bodoh seperti sang ibu!

Ide Marilyn Monroe di atas Baca lebih lanjut

Galileo Galilei (1564-1642)

Perjalanan nasib Galileo pada saat itu tergantung hasil keputusan pengadilan yang berlangsung di ruang sidang Vatikan, sebuah kawasan khusus di kota Roma. Sidang yang diketuai oleh Paus Urbanus VIII, pemimpin Gereja Katolik, pada 22 Juni 1633, akan memutuskan hukuman yang dijatuhkan kepada seorang ilmuwan berusia enam puluh sembilan tahun bernama Galileo Galilei. Jika saja pada saat itu orang-orang sudah menyadari bahwa yang menjadi pesakitan pada persidangan kali itu adalah seorang astronom besar yang meletakkan dasar untuk pandangan fisika modern tentang sistem tata surya, mungkin bukan hukuman penjara seumur hidup yang diputuskan.

Keputusan tersebut diambil karena Galileo dianggap membawa aliran sesat yang dianggap berbahaya bagi Gereja Katolik. Walaupun para uskup itu mengenal Galileo secara pribadi adalah seorang Katolik yang taat dan sama sekali bukan penganut ajaran reformasi. Astronom, filsuf dan fisikawan Italia itu meyakini bahwa bukan Bumi, melainkan matahari yang menjadi pusat tata surya. Keyakinannnya senada dengan apa yang diungkapkan oleh Baca lebih lanjut