Soal-Soal SNMPTN tahun 1978 – 2011

SKALU (Sekretariat Kerja sama antar Lima Universitas) adalah ujian seleksi mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN) yang pertama kali diadakan serentak tahun 1976 oleh lima perguruan tinggi negeri, yakni Universitas Indonesia (UI) di Jakarta, Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta, dan Universitas Airlangga (UNAIR) di Surabaya. Dengan sistem ini para calon mahasiswa tidak perlu melakukan perjalanan jauh untuk seleksi di universitas tujuan sehingga menghemat biaya, waktu dan memberikan kesempatan sama untuk setiap calon mahasiswa di seluruh Indonesia. Sayangnya, kelemahan sistem ini adalah setiap mahasiswa tidak bisa lagi memilih lebih dari satu PTN.

Tahun 1979 terjadi perubahan sistem dari SKALU menjadi Proyek Perintis (PP). Perubahan yang terjadi yaitu : (1). Calon mahasiswa diharuskan memilih program studi, bukan hanya PTN-nya saja. (2). Melibatkan 10 PTN yang dibagi menjadi 3 katagori, yaitu Kattagori 1 bernama PP1 atau lebih dikenal dengan istilah SKASU (Sekretariat Kerja sama Antar Sepuluh Universitas). Dalam sistem ini, mahasiswa diizinkan memilih tiga program studi di tiga perguruan tinggi. PP1 melibatkan 10 PTN (selain lima yang di atas, ditambah dengan Universitas Padjadjaran (UNPAD) di Bandung, Universitas Diponegoro (UNDIP) di Baca lebih lanjut

Iklan

Sains vs Agama

KEJADIAN ini dialami oleh Galileo Galilei. Hidupnya saat itu bagaikan telur di ujung tanduk. Ketukan palu Paus Urbanus VIII, pemimpin Gereja Katolik pada April tahun 1663, telah menjatuhkan sanksi hukuman seumur hidup bagi ilmuwan astronomi itu. Galileo beruntung karena terhindar dari hukuman mati, sebagaimana bentuk hukuman bagi siapa saja yang mengancam kewibawaan gereja katolik. Pokok permasalahannya dianggap menyangkut martabat gereja yang harus di junjung oleh siapapun, bahkan seandainya pun tidak benar. Galileo yang menyakini bahwa matahari adalah pusat semesta, telah membangkitkan amarah pimpinan gereja yang berkeyakinan bumi lah pusat semesta. Vonis tersebut tidak bisa ditawar-tawar lagi, meskipun Galileo dikenal sebagai katolik yang taat dan sama sekali bukan penganut ajaran reformasi sebagaimana yang dituduhkan.

Keputusan yang dikeluarkan di Vatikan, oleh badan inkuisisi gereja pada kakek renta itu sebenarnya bukanlah yang pertama. Tiga puluh tahun sebelumnya, seorang ahli filsafat Giordano Bruno juga dianggap sesat dan dijatuhi hukuman mati. Tragis dan menyisakan dendam yang tak berkesudahan bahkan hingga kini. Baca lebih lanjut