Piknik Bareng ESPERO ke Djogdja

pantai

Salam Espero sahabat semua. Espero adalah SMP Negeri 2 Pulosari, Pemalang, Jateng. Sebuah sekolah pinggiran di lereng Eyang (Gunung) Slamet yang meski pinggiran, tetapi prestasi selalu terdepan.

Tahun 2013 ini rombongan ESPERO, sebanyak 275 siswa tingkat VIII dengan 20 guru pendamping, menyambutnya dengan acara PIKNIK ke kota wisata Djogdja. Pemilihan tanggal 27 April sebagai waktu yang tepat untuk kegiatan studi tour tahunan siswa Espero karena satu alasan utama, yakni biar lebih leluasa di lokasi wisata. Maklum, bulan April ini kan bertepatan dengan penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) SMP tahun 2013 yang dilaksanakan kemarin tanggal 22 s.d 25 April 2013. Asumsinya sekolah-sekolah belum menyelenggarakan study tour karena (mungkin) kesibukan penyelenggaraan UN. Dan… apa yang terjadi…. ternyata semua serba meleset set set….

Ternyata memang animo pelajar untuk study tour ke Jogja tidak mengenal waktu. Buktinya, di hampir semua lokasi wisata yang disinggahi Espero ternyata penuh sesak dengan pelajar dari sekolah lain yang sama-sama study tour dan (mungkin pula) sama-sama punya asumsi kayak Espero hehehee… Namun tak apalah… the show must goon!!! Atau singkatnya… Lanjuuu…ttt! Baca lebih lanjut

KIR Espero buat film pendek lagi…??!!

Ya,… anda benar. Terinspirasi dari banyaknya masukan dan dukungan pada lounching film pendek perdana lalu, maka KIR Espero bertekad untuk memproduksi film pendek lagi. Untuk film pendek kali ini harus lebih baik dan berkualitas dari film pendek sebelumnya. Berbagai persiapan dan perencanaan disusun lebih detail dan dini agar proses produksi bisa berjalan lebih baik.

Perencanaan

Perencanaan dimulai sejak akhir Oktober 2012 lalu. Kegiatannya meliputi penyusunan proposal produksi film pendek ke sekolah, penulisan naskah skenario dll. Sesuai perencanaan jenis film pendek yang diproduksi adalah fiksi drama komedi. Mengambil latar sekolah, rumah dan persawahan. Pemeran utama ada empat orang dibantu dengan pemeran pembantu sebanyak 6 orang. Jika tidak ada halangan yang berarti, maka lounching kemungkinan bisa dialaksanakan pada tanggal 1 Januari 2013 bertepatan dengan tahun baru masehi 2013. Baca lebih lanjut

Memilih Jurusan di Perguruan Tinggi

Isu utama setelah Ujian Nasional (UN) bagi siswa tingkat SMA yang ingin melanjutkan kuliah adalah perguruan tinggi. Sejalan dengan itu bagi yang berminat meneruskan di perguruan tinggi negeri, maka Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) menjadi sesuatu yang mendebarkan dan penting. Selain aroma persaingan yang kuat, juga karena aroma kehidupan baru yang akan mereka jalani nantinya. Persaingan terjadi karena jumlah mahasiswa yang diterima sangat tidak sebanding dengan jumlah calon mahasiswa yang mendaftar. Kehidupan baru yang menuntut kedewasaan dan kemandirian akan dimulai tatkala menginjakkan kaki di perguruan tinggi. Tempat belajar baru, teman baru, lingkungan baru, pergaulan baru dan kebebasan.

Untuk menuju ke arah tersebut, calon mahasiswa harus berjuang keras dalam kompetisi SNMPTN demi mendapatkan jurusan dan kampus pilihan. Bukan sekadar bisa mengerjakan soal-soal SNMPTN, tetapi juga untuk mendapatkan nilai yang terbaik. Bukan sekadar kampus, tetapi kampus pilihan dengan jurusan pilihan pula. SNMPTN akan terasa jauh lebih berat dari UN yang telah mereka lalui kemarin. Baca lebih lanjut

Ada Kartini di Espero

Saat kemarin jadi pengawas Ujian Nasional (UN) di SMP N 3 Pulosari, tidak sengaja melihat poster RA Kartini di salah satu ruang kelas. Jadi ingat saat kemarin upacara dalam rangka Hari Emansipasi Wanita di Espero (SMP N 2 Pulosari) pada Sabtu, 21 April 2012. Ada yang tidak biasa pada saat upacara kemarin. Kalau biasanya di barisan depan, para guru berjejer rapi dengan kostum PSH, Keki atau batik, kemarin lain cerita.

Cerita lain itu bermula pada jumat atau sehari sebelum upacara, saat jam istirahat. Sebuah obrolan ringan terjadi diantara ibu-ibu guru yang ingin mencoba tampil beda dalam rangka menyemarakkan Hari Kartini atau Emansipasi Wanita. Mau mengadakan lomba-lomba, waktu yang kurang pas. Maklum sekolah lagi repot urusan UN. Lagipula, untuk tingkat kecamatan dan kabupaten sudah ada beberapa lomba yang masuk daftar tunggu. Akhirnya obrolan kesana-kesini itu menghasilkan suatu kesepakatan untuk para ibu guru, TU dan karyawan yang merasa bergender wanita agar besok memakai kebaya.

Lalu para bapak dimohon untuk memakai dasi. Suatu paduan yang agak aneh antara bapak dan ibu guru. Coba banyangkan, satunya memakai dasi dan satunya memakai kebaya. Satunya modern, satunya klasik. Biasanya kalau si wanita berkebaya, maka si pria akan ber-bangkon. Dan saat si pria berdasi maka si wanita akan berblezer. Baca lebih lanjut

Surat Terbuka untuk Peserta UN

Purbalingga, 05 April 2012 pukul 23.23

Kepada : Anak-anak bangsa yang sebentar lagi menghadapi UN

Assalaamu’alaikum wr.wb.

Anakku…. Sebentar lagi perjuangan kalian akan mencapai titik puncaknya. UN sudah didepan mata. UN memang bukanlah segalanya, tetapi saat ini mungkin segalanya akan kurang lengkap tanpa kesuksesan UN. Karena itu berambisi-lah kalian untuk bisa lolos dari UN. Tapi tak perlu pula kalian menjadi ambisius yang bisa melakukan segala cara untuk kelulusan UN.

Satu hal menjadi musuh utama kalian saat UN sebenarnya bukanlah ketidakbisaanmu mengerjakan soal-soal Un, tetapi lebih pada nasfu menyontek.

Menyontek itu ibarat candu. Meski kau sebrilian Einstein, tetapi karena kau terbiasa menyontek, maka saat kesempatan itu ada, pasti kau akan menyontek. Kalau kau memiliki kesempatan menyontek, tetapi kau tidak melakukannya, maka ketahuilah dan bersyukurlah karena kau termasuk manusia langka saat ini.

Baca lebih lanjut