Menakar Iman dengan Sains

Sesuatu yang bersifat spiritual dan menjadi pandangan hidup seseorang, bisa kita sebut sebagai iman. Meskipun hanya menyangkut hubungan antara Tuhan dengan makhluk-Nya, zaman bisa mengubah iman seseorang. Apa yang seseorang inginkan, rasakan, lihat, dan dengar bisa merubah kadar keimanannya. Setiap kita membutuhkan reaksi yang tepat ketika zaman terus bergerak dengan segala bentuk perubahan. Dan itulah yang menjadikan iman seseorang bergerak seperti gelombang tali. Kadang naik kadang turun atau bisa terlepas sama sekali.

Pada posisi ideal, seharusnya iman bisa membawa pengaruh pada zaman sehingga pergerakan perubahannya menuju ke arah yang bisa dikendalikan. Sayangnya tingkat iman masing-masing orang tidak bisa disamaratakan. Sekalipun dua orang mendapat asupan akhlak dan tauhid yang sama, pada akhirnya akan menghasilkan tingkat keimanan yang berbeda. Bagaimanapun juga iman menyangkut keyakinan dan pandangan hidup seseorang. Bersifat sangat pribadi, tertutup dan abstrak. Baca lebih lanjut

Iklan

Menyibak Kekal Akhirat Tinjauan Ilmu Fisika

Kemunculan teori relativitas menyimpulkan fakta baru yang cukup mengejutkan, bahwa ruang dan waktu adalah relatif. Menurut teori relativitas, bahwa ruang dan waktu akan berlaku relatif sesuai dengan kerangka acuan tertentu yang digunakan. Meskipun teori ini menggunakan perhitungan matematis yang cukup sederhana, namun mengandung konsep fisis yang cukup fenomenal karena mengubah secara drastis pemahaman kebanyakan orang tentang ruang dan waktu. Dengan teori ini, Albert Einstein, seorang fisikawan kelahiran Jerman, mendobrak pemahaman ke-mutlak-an ruang dan waktu, setelah hampir selama dua abad bertahan. Tentunya kita semua tahu, tidaklah mudah mengubah pemahaman banyak orang, apalagi jika pemahaman itu dicetuskan oleh tokoh sekaliber Newton.

Kita semua pasti mengetahui, bahwa sains sangatlah rentan akan perubahan. Kemunculan teori baru yang masih lolos uji, secara otomatis akan menggugurkan teori-teori sebelumnya yang bertentangan. Dalam fisika, terkadang hari ini dirumuskan teori, besok muncul teknologi terapan, dan lusa muncul lagi teori baru. Fisika memang tidak boleh mengenal kata selesai.

Sebagaimana teori evolusi Darwin, keberadaan teori relativitas pada awalnya dianggap betul-betul murni urusan sains dan tidak akan pernah berpengaruh terhadap kehidupan spiritual seseorang. Namun toh kenyataannya, betapa kita bisa saksikan perdebatan seru antara ilmuwan dan ahli agama tentang teori evolusi Darwin yang berlangsung sepanjang masa, bahkan hingga kini. Karena ternyata, teori evolusi Darwin memiliki dampak besar terhadap pemahaman keyakinan seseorang. Para tokoh Islam pun tak kalah gencar “memprotes” teori Darwin yang berpotensi membawa ajaran tertentu. Lalu, seberapa hebat pengaruh teori relativitas terhadap agama, khususnya Islam? Baca lebih lanjut