Cerpen : Jejak Kaki di Tembok Gudang Sekolah

Pagi itu, SD Negeri 2 Gemah Ripah mendadak gempar. Hampir semua guru dan siswa berkumpul di gudang belakang sekolah. Suasana pagi yang biasanya sepi dan dingin, hari ini terasa lain, ramai dan tegang.

Hampir semua siswa dan guru sudah hadir di sekolah. Waktu juga sudah menunjukkan jam tujuh lewat. Bel tanda masuk pelajaran pertama pun sudah berdentang lama, tetapi kerumunan itu tak juga usai. Mereka seperti enggan beranjak dari tempat itu. Bahkan nyaris setiap kelas kosong tak berpenghuni. Semua masih saling berkumpul di luar kelas. Semakin ke area belakang sekolah, kumpulan semakin ramai.

Mereka nampak saling berdiskusi namun setengah berbisik. Raut wajah mereka semua nampak tegang dan penasaran. Semua itu karena sebuah keanehan yang muncul secara tiba-tiba di tembok gudang belakang sekolah. Bagunan tua itu saat ini menjadi pusat perhatian. Padahal kemarin siang, keanehan itu muncul. Baca lebih lanjut

Iklan

Teori Ketertarikan

ketertarikanDALAM teori ketertarikan ada dua angka penting yang harus diingat, yakni: 8,2 detik dan 4,5 detik. Konon, jika kawan pria atau seseorang lain bertahan memandang anda lebih dari 8,2 detik, maka itu artinya dia sudah jatuh hati dengan anda. Namun jika hanya dalam 4,5 detik saja mereka sudah berpaling, maka anda tak perlu berharap banyak perhatian darinya. Praktik ini bisa terjadi dimana saja, kapan saja dan dengan siapa saja. Jadi, anda boleh waspada. Karena hal ini bisa terjadi di sekolah, di saat mengajar dan dengan rekan guru atau bahkan murid anda!

FAKTANYA, memang semakin lama pria memandang wanita, maka semakin besar rasa ketertarikan yang muncul (Times of India, 26/03/09). Tapi durasi waktu itu tidak berlaku bagi wanita terhadap pria. Wanita cenderung lebih berhati-hati dalam menjaga pandangan dan mengekspresikan ketertarikannya.

Pandangan antar lawan jenis, jelas jangan dianggap remeh. Seberapa pun jauh perbedaan usia antar keduanya. Karena ketertarikan tidak ada hubungannya dengan usia. Ini masalah rasa. Maka berlaku sangat subjektif. Jauh dari jangkauan akal. Meski demikian pertimbangan rasio pun boleh sedikit berlaku. Baca lebih lanjut

Bulan Juni, Bulannya Piknik dan Belanja

Bulan Juni datang sebentar lagi. Biasanya, Juni identik dengan piknik. Juni adalah bulan anak-anak liburan akhir tahun ajaran. Liburannya cukup lama, biasanya sekitar dua minggu. Momen ini sangat pas digunakan untuk piknik keluarga atau sekolah. Anak-anak sekolah pasti antusias dengan datangnya bulan ini.

Juni juga dikenal dengan bulan macet. Jalanan meradang, panas, penuh sesak dan rawan. Bus-bus besar macam bus pariwisata dipastikan panen dengan orderan. Biro-biro wisata sudah jauh-jauh dari Juni sibuk. Tawaran paket-paket wisata sudah pasti beredar di sekolahan-sekolahan. Bengkel-bengkel juga bersiap dengan tawaran tambal ban-nya. Terminal, stasiun hingga bandara dipastikan akan mengalami banyak antrian. Dan yang tak terkecuali, tempat-tempat liburan jelas 100% akan padat. Baca lebih lanjut