Menakar Iman dengan Sains

Sesuatu yang bersifat spiritual dan menjadi pandangan hidup seseorang, bisa kita sebut sebagai iman. Meskipun hanya menyangkut hubungan antara Tuhan dengan makhluk-Nya, zaman bisa mengubah iman seseorang. Apa yang seseorang inginkan, rasakan, lihat, dan dengar bisa merubah kadar keimanannya. Setiap kita membutuhkan reaksi yang tepat ketika zaman terus bergerak dengan segala bentuk perubahan. Dan itulah yang menjadikan iman seseorang bergerak seperti gelombang tali. Kadang naik kadang turun atau bisa terlepas sama sekali.

Pada posisi ideal, seharusnya iman bisa membawa pengaruh pada zaman sehingga pergerakan perubahannya menuju ke arah yang bisa dikendalikan. Sayangnya tingkat iman masing-masing orang tidak bisa disamaratakan. Sekalipun dua orang mendapat asupan akhlak dan tauhid yang sama, pada akhirnya akan menghasilkan tingkat keimanan yang berbeda. Bagaimanapun juga iman menyangkut keyakinan dan pandangan hidup seseorang. Bersifat sangat pribadi, tertutup dan abstrak. Baca lebih lanjut

Iklan

Surat Terbuka untuk Peserta UN

Purbalingga, 05 April 2012 pukul 23.23

Kepada : Anak-anak bangsa yang sebentar lagi menghadapi UN

Assalaamu’alaikum wr.wb.

Anakku…. Sebentar lagi perjuangan kalian akan mencapai titik puncaknya. UN sudah didepan mata. UN memang bukanlah segalanya, tetapi saat ini mungkin segalanya akan kurang lengkap tanpa kesuksesan UN. Karena itu berambisi-lah kalian untuk bisa lolos dari UN. Tapi tak perlu pula kalian menjadi ambisius yang bisa melakukan segala cara untuk kelulusan UN.

Satu hal menjadi musuh utama kalian saat UN sebenarnya bukanlah ketidakbisaanmu mengerjakan soal-soal Un, tetapi lebih pada nasfu menyontek.

Menyontek itu ibarat candu. Meski kau sebrilian Einstein, tetapi karena kau terbiasa menyontek, maka saat kesempatan itu ada, pasti kau akan menyontek. Kalau kau memiliki kesempatan menyontek, tetapi kau tidak melakukannya, maka ketahuilah dan bersyukurlah karena kau termasuk manusia langka saat ini.

Baca lebih lanjut