IPA TERPADU atau GURU TERPADU

Konsep IPA Terpadu masih banyak di salah artikan oleh sebagian besar orang, bahkan guru yang sudah (merasa) menjalaninya. Para guru SMP mapel Fisika yang juga mengajar Biologi atau sebaliknya, merasa bahwa itulah yang dimaksud dengan pengajaran IPA TERPADU. Meski sebenarnya itu lebih pas jika dikatakan sebagai pengajaran GURU TERPADU.

Saya mencoba untuk membandingkan antara konsep IPA TERPADU dengan apa yang selama ini diterapkan, dan (maaf) saya katakan sebagai GURU TERPADU.

Tinjuan Aspek Guru
Selama ini obyek pelaksana adalah guru. Maksudnya si guru mapel Fisika sekaligus mengajar mapel Biologi atau sebaliknya. Bukankah itu yang dimaksud dengan GURU TERPADU. Satu orang guru mengajar beberapa mapel.

Proses pembelajaran di bagi berdasarkan jam. Misalnya jam 1,2 pelajaran biologi, lalu jam 3,4 tentang fisika. Atau berdasarkan hari, misanya, hari senin 2 jam digunakan untuk membahas fisika. Lalu pertemuan hari berikutnya 2 jam untuk membahas biologi. Sisanya 1 jam untuk kimia.

Kalau untuk yang model begini, saya kira bukan yang dimaksud dengan keterpaduan IPA. Model yang begini Baca lebih lanjut

Si Hitam Sakti = Black Hole

Dari namanya saja, orang sudah dibuat penasaran. Indah, berkarakter, misterius dan inspiratif, tentu saja kontroversial. Indah karena keserasian atas paduan kata-katanya. Karakternya sangat kuat. Sekuat kemampuannya untuk menyedot partikel sebesar apa pun yang berani melewatinya. Bahkan planet bundar yang kita huni ini pun bisa dibuat luluh lantak sebelum akhirnya serpihannya hilang ditelan obyek super raksasa ini.

Misterius karena menimbulkan banyak tafsir atasnya. Dan inspiratif karena jejaknya yang menimbulkan imajinasi di luar batas. Tak terbayang apa saja yang berada di dalamnya? Entah berapa ribu planet sudah dilumatnya? Dan apa misi keberadaannya?

Dan kontroversial karena keberadaan materi ini yang sangat jauh, sehingga kita di bumi ini baru bisa menerka. Dan dalam penerkaan ini tentu multitafsir sangat memungkinkan. Sehingga masih sangat mungkin apa yang diduga para ilmuwan selama ini tentang materi ini bisa meleset.

Secara harfiah, nama Lubang Hitam berarti “hilang dari pandangan”. Baca lebih lanjut