Si Hitam Sakti = Black Hole

Dari namanya saja, orang sudah dibuat penasaran. Indah, berkarakter, misterius dan inspiratif, tentu saja kontroversial. Indah karena keserasian atas paduan kata-katanya. Karakternya sangat kuat. Sekuat kemampuannya untuk menyedot partikel sebesar apa pun yang berani melewatinya. Bahkan planet bundar yang kita huni ini pun bisa dibuat luluh lantak sebelum akhirnya serpihannya hilang ditelan obyek super raksasa ini.

Misterius karena menimbulkan banyak tafsir atasnya. Dan inspiratif karena jejaknya yang menimbulkan imajinasi di luar batas. Tak terbayang apa saja yang berada di dalamnya? Entah berapa ribu planet sudah dilumatnya? Dan apa misi keberadaannya?

Dan kontroversial karena keberadaan materi ini yang sangat jauh, sehingga kita di bumi ini baru bisa menerka. Dan dalam penerkaan ini tentu multitafsir sangat memungkinkan. Sehingga masih sangat mungkin apa yang diduga para ilmuwan selama ini tentang materi ini bisa meleset.

Secara harfiah, nama Lubang Hitam berarti “hilang dari pandangan”. Baca lebih lanjut

Albert Einstein (1879-1955)

Einstein dan teori relativitas hadir pada saat yang tepat, jika dikaitkan dengan perkembangan sejarah bangsa-bangsa di dunia. Ibaratnya pucuk di cinta, ulam pun tiba. Perkembangan yang dimaksud yaitu bangkitnya Jerman modern, kelahiran senjata-senjata nuklir, dan lahirnya Zionisme. Peristiwa tersebut memang lebih menjelaskan tentang perkembangan Jerman modern. Namun posisi Jerman pada saat itu sangat berperan dan turut mempengaruhi peradaban dunia yang tengah dilanda perang dunia kedua. Fakta ini penting untuk diketahui, karena kemunculan Einstein dan teori relativitasnya terasa begitu fenomenal. Jika saja teori relativitas muncul pada abad 20 ini, mungkin akan terjadi perbedaan yang begitu mendasar dan respon masyarakat akan menunjukan reaksi yang berbeda pula.

Beberapa hal yang menyinggung kehidupan pribadi Einstein juga perlu penulis ungkit. Sebagai sosok ilmuwan fenomenal, kehidupan dan kepribadian Einstein menjadi bagian yang menarik untuk diperbincangkan. Mungkin sampai saat ini hanya sosok seorang Einstein saja yang mampu menggangkat profil ilmuwan bak seorang selebritis dan publik figur. Baca lebih lanjut