IPA TERPADU atau GURU TERPADU

Konsep IPA Terpadu masih banyak di salah artikan oleh sebagian besar orang, bahkan guru yang sudah (merasa) menjalaninya. Para guru SMP mapel Fisika yang juga mengajar Biologi atau sebaliknya, merasa bahwa itulah yang dimaksud dengan pengajaran IPA TERPADU. Meski sebenarnya itu lebih pas jika dikatakan sebagai pengajaran GURU TERPADU.

Saya mencoba untuk membandingkan antara konsep IPA TERPADU dengan apa yang selama ini diterapkan, dan (maaf) saya katakan sebagai GURU TERPADU.

Tinjuan Aspek Guru
Selama ini obyek pelaksana adalah guru. Maksudnya si guru mapel Fisika sekaligus mengajar mapel Biologi atau sebaliknya. Bukankah itu yang dimaksud dengan GURU TERPADU. Satu orang guru mengajar beberapa mapel.

Proses pembelajaran di bagi berdasarkan jam. Misalnya jam 1,2 pelajaran biologi, lalu jam 3,4 tentang fisika. Atau berdasarkan hari, misanya, hari senin 2 jam digunakan untuk membahas fisika. Lalu pertemuan hari berikutnya 2 jam untuk membahas biologi. Sisanya 1 jam untuk kimia.

Kalau untuk yang model begini, saya kira bukan yang dimaksud dengan keterpaduan IPA. Model yang begini Baca lebih lanjut

Sains vs Agama

KEJADIAN ini dialami oleh Galileo Galilei. Hidupnya saat itu bagaikan telur di ujung tanduk. Ketukan palu Paus Urbanus VIII, pemimpin Gereja Katolik pada April tahun 1663, telah menjatuhkan sanksi hukuman seumur hidup bagi ilmuwan astronomi itu. Galileo beruntung karena terhindar dari hukuman mati, sebagaimana bentuk hukuman bagi siapa saja yang mengancam kewibawaan gereja katolik. Pokok permasalahannya dianggap menyangkut martabat gereja yang harus di junjung oleh siapapun, bahkan seandainya pun tidak benar. Galileo yang menyakini bahwa matahari adalah pusat semesta, telah membangkitkan amarah pimpinan gereja yang berkeyakinan bumi lah pusat semesta. Vonis tersebut tidak bisa ditawar-tawar lagi, meskipun Galileo dikenal sebagai katolik yang taat dan sama sekali bukan penganut ajaran reformasi sebagaimana yang dituduhkan.

Keputusan yang dikeluarkan di Vatikan, oleh badan inkuisisi gereja pada kakek renta itu sebenarnya bukanlah yang pertama. Tiga puluh tahun sebelumnya, seorang ahli filsafat Giordano Bruno juga dianggap sesat dan dijatuhi hukuman mati. Tragis dan menyisakan dendam yang tak berkesudahan bahkan hingga kini. Baca lebih lanjut

Menyibak Kekal Akhirat Tinjauan Ilmu Fisika

Kemunculan teori relativitas menyimpulkan fakta baru yang cukup mengejutkan, bahwa ruang dan waktu adalah relatif. Menurut teori relativitas, bahwa ruang dan waktu akan berlaku relatif sesuai dengan kerangka acuan tertentu yang digunakan. Meskipun teori ini menggunakan perhitungan matematis yang cukup sederhana, namun mengandung konsep fisis yang cukup fenomenal karena mengubah secara drastis pemahaman kebanyakan orang tentang ruang dan waktu. Dengan teori ini, Albert Einstein, seorang fisikawan kelahiran Jerman, mendobrak pemahaman ke-mutlak-an ruang dan waktu, setelah hampir selama dua abad bertahan. Tentunya kita semua tahu, tidaklah mudah mengubah pemahaman banyak orang, apalagi jika pemahaman itu dicetuskan oleh tokoh sekaliber Newton.

Kita semua pasti mengetahui, bahwa sains sangatlah rentan akan perubahan. Kemunculan teori baru yang masih lolos uji, secara otomatis akan menggugurkan teori-teori sebelumnya yang bertentangan. Dalam fisika, terkadang hari ini dirumuskan teori, besok muncul teknologi terapan, dan lusa muncul lagi teori baru. Fisika memang tidak boleh mengenal kata selesai.

Sebagaimana teori evolusi Darwin, keberadaan teori relativitas pada awalnya dianggap betul-betul murni urusan sains dan tidak akan pernah berpengaruh terhadap kehidupan spiritual seseorang. Namun toh kenyataannya, betapa kita bisa saksikan perdebatan seru antara ilmuwan dan ahli agama tentang teori evolusi Darwin yang berlangsung sepanjang masa, bahkan hingga kini. Karena ternyata, teori evolusi Darwin memiliki dampak besar terhadap pemahaman keyakinan seseorang. Para tokoh Islam pun tak kalah gencar “memprotes” teori Darwin yang berpotensi membawa ajaran tertentu. Lalu, seberapa hebat pengaruh teori relativitas terhadap agama, khususnya Islam? Baca lebih lanjut

Albert Einstein (1879-1955)

Einstein dan teori relativitas hadir pada saat yang tepat, jika dikaitkan dengan perkembangan sejarah bangsa-bangsa di dunia. Ibaratnya pucuk di cinta, ulam pun tiba. Perkembangan yang dimaksud yaitu bangkitnya Jerman modern, kelahiran senjata-senjata nuklir, dan lahirnya Zionisme. Peristiwa tersebut memang lebih menjelaskan tentang perkembangan Jerman modern. Namun posisi Jerman pada saat itu sangat berperan dan turut mempengaruhi peradaban dunia yang tengah dilanda perang dunia kedua. Fakta ini penting untuk diketahui, karena kemunculan Einstein dan teori relativitasnya terasa begitu fenomenal. Jika saja teori relativitas muncul pada abad 20 ini, mungkin akan terjadi perbedaan yang begitu mendasar dan respon masyarakat akan menunjukan reaksi yang berbeda pula.

Beberapa hal yang menyinggung kehidupan pribadi Einstein juga perlu penulis ungkit. Sebagai sosok ilmuwan fenomenal, kehidupan dan kepribadian Einstein menjadi bagian yang menarik untuk diperbincangkan. Mungkin sampai saat ini hanya sosok seorang Einstein saja yang mampu menggangkat profil ilmuwan bak seorang selebritis dan publik figur. Baca lebih lanjut