Piknik Bareng ESPERO ke Djogdja

pantai

Salam Espero sahabat semua. Espero adalah SMP Negeri 2 Pulosari, Pemalang, Jateng. Sebuah sekolah pinggiran di lereng Eyang (Gunung) Slamet yang meski pinggiran, tetapi prestasi selalu terdepan.

Tahun 2013 ini rombongan ESPERO, sebanyak 275 siswa tingkat VIII dengan 20 guru pendamping, menyambutnya dengan acara PIKNIK ke kota wisata Djogdja. Pemilihan tanggal 27 April sebagai waktu yang tepat untuk kegiatan studi tour tahunan siswa Espero karena satu alasan utama, yakni biar lebih leluasa di lokasi wisata. Maklum, bulan April ini kan bertepatan dengan penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) SMP tahun 2013 yang dilaksanakan kemarin tanggal 22 s.d 25 April 2013. Asumsinya sekolah-sekolah belum menyelenggarakan study tour karena (mungkin) kesibukan penyelenggaraan UN. Dan… apa yang terjadi…. ternyata semua serba meleset set set….

Ternyata memang animo pelajar untuk study tour ke Jogja tidak mengenal waktu. Buktinya, di hampir semua lokasi wisata yang disinggahi Espero ternyata penuh sesak dengan pelajar dari sekolah lain yang sama-sama study tour dan (mungkin pula) sama-sama punya asumsi kayak Espero hehehee… Namun tak apalah… the show must goon!!! Atau singkatnya… Lanjuuu…ttt! Baca lebih lanjut

IPA TERPADU atau GURU TERPADU

Konsep IPA Terpadu masih banyak di salah artikan oleh sebagian besar orang, bahkan guru yang sudah (merasa) menjalaninya. Para guru SMP mapel Fisika yang juga mengajar Biologi atau sebaliknya, merasa bahwa itulah yang dimaksud dengan pengajaran IPA TERPADU. Meski sebenarnya itu lebih pas jika dikatakan sebagai pengajaran GURU TERPADU.

Saya mencoba untuk membandingkan antara konsep IPA TERPADU dengan apa yang selama ini diterapkan, dan (maaf) saya katakan sebagai GURU TERPADU.

Tinjuan Aspek Guru
Selama ini obyek pelaksana adalah guru. Maksudnya si guru mapel Fisika sekaligus mengajar mapel Biologi atau sebaliknya. Bukankah itu yang dimaksud dengan GURU TERPADU. Satu orang guru mengajar beberapa mapel.

Proses pembelajaran di bagi berdasarkan jam. Misalnya jam 1,2 pelajaran biologi, lalu jam 3,4 tentang fisika. Atau berdasarkan hari, misanya, hari senin 2 jam digunakan untuk membahas fisika. Lalu pertemuan hari berikutnya 2 jam untuk membahas biologi. Sisanya 1 jam untuk kimia.

Kalau untuk yang model begini, saya kira bukan yang dimaksud dengan keterpaduan IPA. Model yang begini Baca lebih lanjut

KIR Espero mau buat Film Pendek?!

BEGITU mendengar rencana ini, sontak anggota KIR langsung tegang. Pikiran anak-anak tampak mulai menerawang membayangkannya. Pak Febri dan Bu Didin selaku pembina KIR SMP N 2 Pulosari (Espero) mengumpulkan anggota KIR di halaman depan sekolah. Anggota yang datang adalah gabungan dari anggota baru dan anggota lama. Sengaja, untuk semester genap ini KIR sengaja membuka keanggotaan baru. Hal ini mengingat antusias siswa yang berminat untuk menjadi anggota baru KIR dan memang untuk program ini memerlukan anggota yang lebih banyak.

Pada breefing pertama, Kamis, 23 Februari 2012, anggota KIR diberi arahan tentang rencana pembuatan film pendek ini dan tahapan-tahapan yang nantinya akan dilakukan. Tahapan itu dimulai dengan riset untuk menggali ide dan tema yang akan diangkat di film pendek. Tahapan kedua berupa casting untuk memilih anggota yang memiliki bakat untuk menjadi pemeran utama. Sekaligus untuk memberi gambaran pembagian tugas saat kegiatan dilaksanakan. Tahapan berikutnya menyusun skenaria atau naskah sekaligus menentukan peralatan yang nantinya akan digunakan. Tahapan produksi atau proses pengambilan gambar (shooting). Dan terakhir proses editing serta pemutaran pertama sebagai louncing produk.

Baca lebih lanjut