Jogja memang selalu merindu

Yogyakarta alias Jogja, memang pantas dirindukan. Monjali (monumen Jogja kembali), Benteng Vredeburg, Taman Pintar, Keraton, Prambanan, Paris, Malioboro hingga Alkid (Alun-alun kidul) adalah tempat tongkrongan semasa kuliah dulu. Tak perlu harus berdompet tebal untuk bisa menikmati sore indah di Jogja. Cukup bensin secukupnya plus receh buat parkir tentunya dan map. Ya, awal-awal ke Jogja peta memang perlu. Maklum, di Jogja itu sebentar-sebentar lampu bangjo. Baru lima menit jalan, eh… ketemu perempatan. Tapi, itulah seninya hidup di Jogja. Siap antri, siap bensin, siap peta, siap bahasa Jawa dan siap receh.

Delapan tahun tinggal di Jogja sejak tahun 2007 berlalu tak terasa. Hampir lima tahun pula meninggalkan Jogja, terasa baru kemarin. Pas pagi-pagi, kadang masih mencium aroma segar soto Jogja masuk melalui lubang pintu kamar kos. Minggu pagi menjadi waktu untuk antri soto jogja belakang hotel Saphir. Maklum, dulu saya pernah kos di hotel Saphir Jogja yang di jalan solo itu. Tepatnya di lantai dua, Baca lebih lanjut

UGM Universitas Populer di Indonesia

Membicarakan masalah universitas, seperti membuka kenangan masa lalu saat masih kuliah di Jogja. Masa-masa yang penuh dinamisasi hidup. Meraba masa depan dengan bergelut kerasnya persaingan saat itu. Ada suka dan tentu saja ada duka. Memancing otak membuka lagi obrolan dengan teman di warung angkringan tentang universitas terpopuler di Indonesia. Bukan pembicaraan serius sebenarnya, tetapi karena menyangkut nama baik dan almamater, tentu saja pujian dan sanggahan saling mewarnai diskusi ala nasi kucing pada waktu itu. Nah, yang sedikit di bawah ini bisa dikatakan intisari dari obrolan kami. Tak perlu tersinggung kalau merasa dibanding-bandingkan. Tak perlu juga merasa di atas angin kalau dipuji-puji. Semua ini boleh dianggap sekadar ngemeng-ngemeng (kata mas tukul maksudnya ngomong-ngomong) atau sekadar info dan masukan buat adik-adikku calon mahasiswa. Baca lebih lanjut

Bulan Juni, Bulannya Piknik dan Belanja

Bulan Juni datang sebentar lagi. Biasanya, Juni identik dengan piknik. Juni adalah bulan anak-anak liburan akhir tahun ajaran. Liburannya cukup lama, biasanya sekitar dua minggu. Momen ini sangat pas digunakan untuk piknik keluarga atau sekolah. Anak-anak sekolah pasti antusias dengan datangnya bulan ini.

Juni juga dikenal dengan bulan macet. Jalanan meradang, panas, penuh sesak dan rawan. Bus-bus besar macam bus pariwisata dipastikan panen dengan orderan. Biro-biro wisata sudah jauh-jauh dari Juni sibuk. Tawaran paket-paket wisata sudah pasti beredar di sekolahan-sekolahan. Bengkel-bengkel juga bersiap dengan tawaran tambal ban-nya. Terminal, stasiun hingga bandara dipastikan akan mengalami banyak antrian. Dan yang tak terkecuali, tempat-tempat liburan jelas 100% akan padat. Baca lebih lanjut