Menakar Iman dengan Sains

Sesuatu yang bersifat spiritual dan menjadi pandangan hidup seseorang, bisa kita sebut sebagai iman. Meskipun hanya menyangkut hubungan antara Tuhan dengan makhluk-Nya, zaman bisa mengubah iman seseorang. Apa yang seseorang inginkan, rasakan, lihat, dan dengar bisa merubah kadar keimanannya. Setiap kita membutuhkan reaksi yang tepat ketika zaman terus bergerak dengan segala bentuk perubahan. Dan itulah yang menjadikan iman seseorang bergerak seperti gelombang tali. Kadang naik kadang turun atau bisa terlepas sama sekali.

Pada posisi ideal, seharusnya iman bisa membawa pengaruh pada zaman sehingga pergerakan perubahannya menuju ke arah yang bisa dikendalikan. Sayangnya tingkat iman masing-masing orang tidak bisa disamaratakan. Sekalipun dua orang mendapat asupan akhlak dan tauhid yang sama, pada akhirnya akan menghasilkan tingkat keimanan yang berbeda. Bagaimanapun juga iman menyangkut keyakinan dan pandangan hidup seseorang. Bersifat sangat pribadi, tertutup dan abstrak. Baca lebih lanjut

Iklan

Sains vs Agama

KEJADIAN ini dialami oleh Galileo Galilei. Hidupnya saat itu bagaikan telur di ujung tanduk. Ketukan palu Paus Urbanus VIII, pemimpin Gereja Katolik pada April tahun 1663, telah menjatuhkan sanksi hukuman seumur hidup bagi ilmuwan astronomi itu. Galileo beruntung karena terhindar dari hukuman mati, sebagaimana bentuk hukuman bagi siapa saja yang mengancam kewibawaan gereja katolik. Pokok permasalahannya dianggap menyangkut martabat gereja yang harus di junjung oleh siapapun, bahkan seandainya pun tidak benar. Galileo yang menyakini bahwa matahari adalah pusat semesta, telah membangkitkan amarah pimpinan gereja yang berkeyakinan bumi lah pusat semesta. Vonis tersebut tidak bisa ditawar-tawar lagi, meskipun Galileo dikenal sebagai katolik yang taat dan sama sekali bukan penganut ajaran reformasi sebagaimana yang dituduhkan.

Keputusan yang dikeluarkan di Vatikan, oleh badan inkuisisi gereja pada kakek renta itu sebenarnya bukanlah yang pertama. Tiga puluh tahun sebelumnya, seorang ahli filsafat Giordano Bruno juga dianggap sesat dan dijatuhi hukuman mati. Tragis dan menyisakan dendam yang tak berkesudahan bahkan hingga kini. Baca lebih lanjut

Al Qur’an

Al-Qur’an menurut bahasa berarti “bacaan”. Kita biasanya mendefinisikan Al-Qur’an sebagai “Kalam Allah SWT yang merupakan mukjizat yang diturunkan (diwahyukan) kepada Nabi Muhammad s.a.w. dan membacanya adalah ibadah.

Dalam Al-Qur’an sendiri dijelaskan bahwa bukan hanya Nabi Muhammad s.a.w. yang menerima kalam Allah SWT, seperti kitab Taurat kepada Nabi Musa a.s., kitab Injil kepada Nabi Isa a.s., namun karena kitab-kitab tersebut tidak bisa dikatakan Al-Qur’an karena bukan diturunkan kepada Nabi Muhammad s.a.w. Selain itu juga dikarenakan membacanya bukan merupakan ibadah.

Nabi Muhammad s.a.w. lahir di kota Mekkah, Saudi Arabia, pada tanggal 12 Rabiulawal tahun Gajah atau 20 April 571 M. Putra dari ayah Abdullah bin Abdul Muththalib dari golongan Arab Bani Ismail. Ibunya bernama Aminah binti Wahab. Keduanya adalah keturunan Qushai, pahlawan suku Quraisy yang berhasil menggulingkan kekuasaan Khuza’ah atas kota Mekah. Nabi Muhammad s.a.w. meninggal pada 12 Rabi’ul awwal tahun 11 Hijriyah bertepatan dengan tanggal 8 Juni tahun 632 Masehi pada usia 63 tahun.

Al-Qur’an turun kepada Nabi Muhammad s.a.w. pada saat beliau Baca lebih lanjut