e-Learning

Sistem pembelajaran elektronik atau e-pembelajaran (Inggris: Electronic learning disingkat E-learning) adalah cara baru dalam proses belajar mengajar. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan e-learning, peserta ajar (learner atau murid) tidak perlu duduk dengan manis di ruang kelas untuk menyimak setiap ucapan dari seorang guru secara langsung. E-learning juga dapat mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran, dan tentu saja menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah program studi atau program pendidikan (wikipedia Indonesia).

Salah satu bentuk e-learning adalah animasi. Animasi dalam pembelajaran merupakan salah satu metode yang menggunakan aplikasi komputer sebagai medianya. Unsur yang ditonjolkan pada media pembelajaran animasi adalah visualisasi (gambar) dan audio (suara). Secara harfiah animasi berarti bergerak atau membawa hidup. Belakangan ini muncul banyak sekali aplikasi komputer untuk mempermudah pembelajaran dari level anak pra sekolah hingga sarjana. Program yang digunakan juga bermacam-macam, mulai dari yang sederhana : Power Point, Macromedia flash, java, acces, web, pascal dll

Beberapa animasi yang saya tampikan adalah produksi Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (PUSTEKKOM) yang merupakan salah satu unit kerja dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Model kegiatan pembelajaran yang dikembangkan Pustekkom adalah yang memanfaatkan media internet. Melalui website yang dikembangkan Pustekkom, m-edukasi.net, berbagai materi pelajaran dapat diakses oleh peserta didik atau masyarakat luas pada umumnya. Tidak hanya materi pelajaran yang tersedia, tetapi tersedia juga informasi tentang kebijakan pendidikan, pengetahuan ilmiah populer, pokok-pokok materi pelajaran, bimbingan belajar online, dan bank soal dll.

Silahkan kembangkan sendiri model dan metode pembelajaran anda dengan atau tanpa menggunakan animasi komputer. Menurut saya, terlalu sering menggunakan animasi juga terkadang bisa membuat jenuh siswa. Itu mungkin salah satu kelemahan penggunaan media animasi dalam pembelajaran, selain juga kurangnya komunikasi langsung antara guru, siswa dan lingkungan. Gunakan animasi seperlunya, untuk sekadar simulasi, pendalaman atau variasi semata. Semoga bisa membantu. Salam 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s