TIPS MUTASI

Berikut ini ada beberapa tips bagi teman atau sahabat PNS yang sedang atau berminat mengajukan mutasi.
1. Sabar. Pastinya proses mutasi membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Harap maklum, banyak prosedur dan pihak yang mesti dilalui. Pengalaman saya mengurus mutasi antar kabupaten, kira-kira membutuhkan waktu hingga sepuluh bulan. Terhitung sejak mulai konsultasi hingga SK penempatan mutasi diterbitkan. Jadi sekadar saran, luangkan waktu kira-kira satu semester hingga dua semester untuk memulai proses mutasi jika antar kabupaten.

Kalau mutasi dalam satu kabupaten, pengalaman beberapa teman saya, paling cepat dua minggu. Terhitung sejak mengajukan, hingga SK mutasi diterbitkan. Yang penting tempat tugas baru ada dan tempat tugas lama mengizinkan.

2. Urus sendiri. Mungkin banyak yang berpikir bahwa mutasi itu ribet dan sulit, sehingga membutuhkan “orang dalam” untuk mengurusnya. Kalau menurut saya, justru yang paling aman adalah di urus sendiri. Kalau terpaksa tidak bisa diantar sendiri surat-suratnya, karena jauh dan sempit waktunya, bisa melalui pos. Namun tentu perlu ada komunikasi terlebih dahulu dengan pihak yang akan dikirim suratnya.

Bantuan pihak ketiga hanya diperlukan jika ada oknum yang berupaya menghambat proses mutasi. Saya sendiri pernah mengalami bertemu dengan oknum yang mengesankan bahwa mutasi saya tidak mungkin akan lolos. Dan alhamdulillah oknum tersebut tidak sampai menggagalkan proses mutasi saya.

3. Prosedural. Maksudnya, hendaknya melalui tahapan yang sebenarnya. Komunikasi cukup dengan petugas atau pegawai yang mengurus mutasi. Tak perlu loncat langsung temui pimpinan tanpa melalui pihak yang sesungguhnya menanganinya secara langsung. Menurut saya, melewatkan begitu saja petugas dan langsung menemui pimpinan dengan harapan bisa diurus dengan segera, itu kurang etis.

Kalau sekadar konsultasi mungkin tidak masalah. Tujuannya sekadar untuk memastikan bahwa proses mutasi kita sedang diproses. Saya kira memang ada beberapa oknum petugas yang berupaya mempersulit proses mutasi. Untuk keadaan demikian saya kira loncat prosedur diperlukan.

4. Tanpa biaya. Pengalaman saya mengurus mutasi dua kali, semuanya tanpa ada “biaya lain-lain”. Proses mutasi sejatinya hanyalah proses administrasi, namun karena melibatkan banyak pihak maka diperlukan keterlibatan aktif dari pihak yang mengajukan mutasi. Biaya-biaya yang dikeluarkan untuk proses mutasi hanyalah biaya kirim surat semata. Kalau via pos tentu lebih murah. Atau untuk surat-surat penting, seperti SK mutasi dari gubernur, sebaiknya memang diambil sendiri. Beberapa teman yang pernah mutasi memang menceritakan kepada saya tentang banyaknya biaya yang harus dikeluarkan untuk proses mutasi. Saya tidak tahu persis, untuk apa dan kepada siapa dana itu diperlukan. Kalau menurut pengamatan saya, dana itu dikeluarkan karena saat mengurus mutasi meminta bantuan orang lain untuk mengurusnya. Atau sebenarnya tidak diperbolehkan mutasi, namun memaksakan diri.

5. Aktif. Mutasi adalah proses yang panjang dan bertahap. Informasi setiap tahap kadang tidak bisa diprediksi waktunya. Saya pernah mengalami itu. Surat persetujuan mutasi baru saya ambil hampir dua bulan setelah ditandatangani. Itu karena saya tidak pernah mericek. Untuk mengantisipasi hal itu terjadi, perlu ada komunikasi pribadi dengan petugas yang menangani. Kita punya no kontak beliau dan kita juga meninggalkan no kontak. Dan kalau memang diperlukan, kita kirim pulsa sekadarnya kepada petugas yang menangani.

6. Syukuran. Bagi sebagian orang proses mutasi begitu melelahkan dan menjadi kegembiraan tersendiri ketika proses mutasi itu berhasil. Untuk mensyukurinya, diadakan acara khusus, baik di tempat tugas yang lama maupun di tempat tugas yang baru, serta dinas terkait dan BKD terkait berupa makan-makan bersama.

Menurut saya hal itu boleh-boleh saja, asal tidak ada perjanjian sebelumnya dengan pihak-pihak terkait tersebut. Artinya tidak ada komitmen di depan perihal syukuran dll dalam rangka mutasi. Anggap saja syukuran itu sebagai bentuk acara perpisahan dan awal pertemuan. Namun begitu, hal ini tidaklah bersifat wajib. Saya sendiri mengadakan syukuran sekadarnya berupa makan bersama untuk instansi baru dan instansi lama.

7. Arsipkan. Simpan baik-baik SK mutasi dan semua berkas-berkas yang berhubungan dengan mutasi. Berkas-berkas tersebut akan diperlukan lagi suatu saat nanti, misalnya pada saat pendataan dll.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s