MUTASI PEGAWAI/ PNS bagian 2

IMG00880-20150513-1139Mutasi pertama saya ajukan saat masa tugas sejak diangkat menjadi CPNS baru 3,5 tahun. Meski begitu saya memberanikan diri untuk mengajukan mutasi. Tahapan awal hingga tahapan menjelang akhir berlangsung sukses tanpa kendala. SK bupati dari daerah asal dan SK bupati dari daerah yang dituju sudah dikantong. Namun begitu sampai tahapan di BKD propinsi untuk memproses SK Gubernur, mutasi saya berhenti. Alasannya karena melanggar PP no. 74 tahun 2008 tentang Guru pada bab VI tentang Pengangkatan, Penempatan dan Pemindahan di bagian ketiga tentang Pemidahan, pasal 62 ayat (4) hal 42, yang bunyinya sebagai berikut : “Pemindahan Guru yang diangkat oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan setelah Guru yang bersangkutan bertugas pada satuan pendidikan paling singkat selama 4 (empat) tahun, kecuali Guru yang bertugas di Daerah Khusus” Mau tak mau, saya harus legowo. Bagaimana pun juga ini sudah peraturan. Andaikata BKD propinsi tetap memproses SK mutasi saya, pada akhirnya tetap akan berhenti di BKN (Badan Kepegawaian Nasional). Jadi saya pikir buat apa menguras energi untuk sesuatu yang jelas-jelas berbenturan dengan aturan. Namun meski begitu, saya mendapat surat resmi dari BKD propinsi perihal hambatan yang mengakibatkan proses mutasi saya berhenti. Artinya, sebenarnya proses mutasi saya tidak ada masalah dan bisa diproses asal saya sudah melampaui masa tugas selama minimal 4 tahun. Dan surat tersebut bisa menjadi pegangan untuk mengajukan mutasi berikutnya. Berikut ini detail tahapan saya dalam mengajukan mutasi :

  1. Tahap Konsultasi

Konsultasi memang bukan tahapan resmi, namun jelas sangat diperlukan. Setidaknya menjadi modal awal apakah mutasi saya dimungkinkan atau tidak. Kalau mungkin maka bisa dilanjutkan, kalau tidak ya sudah, tak perlu memaksakan diri.

  • Konsultasi awal saya ajukan ke pimpinan atau kepala sekolah dimana saya mengajar. Alhamdulillah, meski menyatakan keberatan, namun bisa memahami posisi saya. Artinya, beliau menyetujui pengajuan mutasi saya, namun tidak menjamin bahwa ini akan disetujui oleh bupati. Amunisi pertama sudah saya kantongi, meski baru secara lisan.
  • Konsultasi berikutnya dengan kepala seksi pemindahan (mutasi) di dinas pendidikan di kabupaten asal. Singkat saya sampaikan maksud dan tujuan saya. Lalu sekilas beliau membuka dokumen tentang jumlah tenaga pendidik mata pelajaran yang saya ampu. Jawaban beliau hampir sama dengan KS saya. Beliau menyatakan. pada dasarnya beliau hanyalah yang mengurus administrasi saja, sedangkan untuk keputusan tetap di tangan bupati. Namun beliau juga mewanti-wanti saya untuk siap-siap kecewa. Karena jumlah guru untuk mapel yang saya ampu sebenarnya tidaklah lebih. Artinya masih kekurangan. Namun aroma keberatan dan pertimbangan beliau, saya anggap sebagai motivasi diri.
  • Konsultasi berikutnya dengan saya menghubungi kenalan saya yang bertugas di dinas pendidikan di kabupaten yang saya tuju. Tujuan saya untuk meminta bantuan akses informasi R10 atau jumlah tenaga pendidik di tiap sekolah. Alhamdulillah gayung kembali bersambut. Saya dikasih salinan R10 seluruh sekolah di kabupaten yang saja tuju. Tetapi tentu saja tetap dengan persetujuan petugas arsip. Selanjutnya saya teliti satu persatu daftar R10 untuk mengetahui sekolah mana saja yang mungkin bisa saya tuju jika mutasi saya berhasil. Dari ratusan lembar halaman R10, akhirnya saya mendapati sekitar 5 sekolah yang masih kekurangan atau memungkinkan masuk guru dengan mapel yang saya ampu.
  • Tahapan berikutnya saya melakukan gerilya kelima sekolah tersebut. Saya datangi setiap sekolah yang masih memungkinkan untuk saya bergabung. Bekal saya hanyalah satu lembar curiculum vitae. Saya tulis di situ, biodata dan sedikit kemampuan saya dalam bidang lain. Sekadar untuk memberikan gambaran tentang diri saya saja. Jawaban yang saya dapatkan dari sekolah-sekolah yang didatangi beragam. Ada yang terbuka menyambut saya. Ada yang menolak dengan alasan sudah ada guru GTT (Guru Tidak Tetap). Ada yang memberikan jawaban yang membingungkan. Mengakui kekurangan guru namun tidak tertarik dengan saya. Dan jawaban-jawaban lain yang tentu ada yang manis dan pahit. Bagi saya itu hanyalah kerikil kecil dalam proses mutasi ini. Akhirnya, saya dapatkan juga satu sekolah yang membuka diri dengan kedatangan saya kelak kalau mutasi ini berhasil. Meski hanya persetujuan lisan, namun ini cukup buat bekal saya untuk mulai mengajukan mutasi secara formal.
  • Tahapan konsultasi terakhir adalah menemui kasi mutasi di bagian tendik dinas pendidikan kabupaten yang dituju. Tujuan saya adalah untuk menyampaikan maksud dan tujuan mutasi saya secara lisan dan menjelaskan langkah-langkah yang telah saya lalui, yaitu bergerilnya mencari sekolah yang bisa menampung saya. Mungkin bisa diistilahkan dengan kulonuwun. Agar kelak kalau beliau menerima berkas pengajuan mutasi saya dari BKD kabupaten, sudah punya gambaran tentang diri saya dan peluang untuk bisa diterima serta ditempatkan di unit kerja yang memang memungkinkan saya bekerja. Misalnya memungkinkan saya mengajar 24 jam, dekat dari rumah dan berbagai pertimbangan lain.
  1. Tahap Pengajuan ke Daerah Asal

Setelah mendapat modal rekomendasi lisan dari berbagai pihak, akhirnya saya memberanikan diri untuk memproses mutasi saya. Dengan dibantu oleh petugas TU (tata usaha) sekolah, saya mulai menyusun berkas pengajuan mutasi. Berkas dibuat 4 rangkap dan ditujukan kepada Bupati, Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala BKD (Badan Kepegawaian Daerah). Ketiga berkas diserahkan semua melalui Dinas Pendidikan oleh petugas TU sekolah. Berkas keempat disimpan untuk arsip sendiri. Isi berkas mutasi yang saya susun yaitu :

  • Surat permohonan mutasi (format bisa download disini, namun mungkin setiap daerah memiliki format baku yang berbeda-beda)
  • FC KTP (Kartu Tanda Penduduk)
  • FC SK CPNS, PNS, KP (Kenaikan Pangkat) dst
  • FC Ijazah (S1, Akta IV dst) terakhir
  • FC Karpeg (Kartu Pengawai Negeri Sipil)
  • FC Kartu PNS Elektronik
  • FC DP3 (Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan) 2 tahun terakhir
  • FC DRH (Daftar Riwayat Hidup)
  • Surat Pernyataan Persetujuan Pindah
  • Surat Keterangan Lolos Butuh
  • FC R.10 Rekapitulasi Data Ketenagaan Sekolah dan R.7 Daftar Guru
  • Surat Pernyataan tidak pernah atau tidak sedang dalam proses penjatuhan hukuman disiplin PNS
  • Surat Peryataan tidak sedang tugas belajar atau mendapat beasiswa studi

Alur perjalan surat mutasi sepengetahuan saya adalah, dari Bagian Penerimaan surat akan diteruskan ke kepala dinas. Lalu akan disetor ke kabag tendik (tenaga pendidik) dan dilanjutkan ke bagian mutasi. Di petugas bagian mutasi akan memproses surat pengajuan mutasi kita untuk diserahkan ke BKD. Lama waktunya relatif. Tetapi pengalaman saya kisaran 1 bulan surat sudah diserahkan ke BKD. Biasanya menunggu surat sejenis numpuk, baru diserahkan ke BKD. Wait and see. Kira-kira itulah tahapan berikutnya. Kurang lebih 2 bulan kemudian, saya ricek kantor BKD bagian pemberhentian dan mutasi. Alhamdulillah surat telah diproses dan saya mendapatkan setumpuk surat-surat yang intinya adalah persetujuan dari bupati untuk pengajuan mutasi saya. Setidaknya ada beberapa amplop coklat yang saya terima dan tugas saya pula untuk mengantarkannya. Berikut ini adalah tujuan surat tersebut : Kepala Sekolah, Bupati daerah yang dituju, Gubernur, BKD propinsi, BKN Regional dan Yang bersangkutan. Surat untuk kepala sekolah, bupati daerah yang dituju dan BKD propinsi saya antar langsung. Sedangkan surat untuk gubernur dan BKN pusat saya kirim via pos. Sekadar saran, untuk pengajuan awal sebaiknya surat untuk BKD propinsi diantar langsung tanpa melalui perantara. Hal ini sebagai media untuk membuka jalan komunikasi dengan BKD propinsi, terutama dengan petugas yang menangani langsung. Sebaiknya pula bisa meminta no kontak pribadi petugas yang menerima/ menangani masalah mutasi. Agar kalau surat sudah keluar bisa langsung dikomunikasikan. Dan ini berlaku wajar serta umum. Karena kalau melalui sambungan telephon kantor, bisa jadi tidak diterima oleh petugas yang menangani.

  1. Tahap Pengajuan ke Daerah yang dituju

Setelah mendapat bekal surat persetujuan mutasi dari bupati asal, maka saya mulai mengajukan secara resmi ke daerah yang saya tuju. Format surat dan semua kelengkapan surat sama persis dengan surat pengajuan ke daerah asal. Berkas saya buat sebanyak 2 bendel, yang pertama saya ajukan kepada bupati melalui kepala BKD (saya antar melalui kantor BKD) dan yang kedua saya ajukan langsung ke bupati (saya antar langsung ke ruang atau kantor bupati). Perbedaan format antara surat ke daerah asal dengan daerah yang dituju adalah :

  • Surat Pernyataan tidak pernah atau tidak sedang dalam proses penjatuhan hukuman disiplin PNS
  • Surat Peryataan tidak sedang tugas belajar atau mendapat beasiswa studi

Perbedaannya adalah surat yang ditujukan ke bupati daerah asal (tahap kedua) ditandatangani oleh pimpinan unit kerja atau Kepala Sekolah. Sedangkan surat yang ditujukan ke bupati daerah yang dituju (tahap ketiga) ditandatangai oleh sekda dan atau kepala BKD. Kedua surat itu ada di dalam surat persetujuan yang dikeluarkan oleh daerah asal. Selain itu ada tambahan berkas yaitu :

  • Surat Pernyataan bersedia ditempatkan di seluruh wilayah kabupaten yang dituju (bermaterai)
  • Surat rekomendasi dari BKD propinsi yang ditujukan kepada bupati daerah yang dituju

Langkah berikutnya adalah sama dengan tahapan sebelumnya, yaitu menunggu. Surat rekomendasi dari BKD Propinsi biasanya membutuhkan waktu sekitar 2 minggu. Namun untuk mengajukan surat ke daerah yang dituju tidak harus menunggu surat rekomendasi BKD propinsi keluar. Artinya saat surat rekomendasi BKD Propinsi keluar, bisa langsung di susulkan. Biasanya daerah yang dituju menerapkan seleksi berupa psikotes bagi para pegawai yang bermaksud mutasi ke daerah tersebut. Untuk guru, ada satu tes lagi yaitu mikroteaching. Biasanya pelaksanaan psikotes akan dilaksanakan bersamaan dengan peserta mutasi lain apabila setidaknya sudah terkumpul 10 orang. Bisa jadi lama tidaknya panggilan psikotes tergantung jumlah pesertanya. Hal ini mungkin berkaitan dengan tenaga dan biaya. Maklum psikotes dilaksanakan hampir seharian, dari jam 8 hingga jam 2 siang. Sedangkan untuk guru, tes mikroteaching dilaksanakan oleh pengawas. Tempatnya bisa di BKD atau di dinas pendidikan. Jangan lupa menyediakan RPP dll sebagai kelengkapan mikroteaching. Biasanya pengumuman kelulusan psikotes dan mikroteaching (bagi guru) memerlukan waktu sekitar 2 minggu, via surat pos dan sms. Bagi daerah tertentu, apabila ada peserta yang gagal dalam psikotes ini, maka baru boleh mengajukan mutasi lagi ke daerah tersebut 2 tahun kemudian. Alhamdulillah SK persetujuan mutasi saya dari bupati yang dituju keluar dalam waktu yang tidak lama. Seperti biasa, yang saya terima ada beberapa bendel yang ditujukan kepada : bupati dan BKD kabupaten asal, BKD propinsi, gubernur, DPPKAD kabupaten yang dituju, BKN regional dan saya sendiri. Untuk surat ke KBD propinsi, gubernur dan BKN regional saya kirim via pos. Sedangkan yang lain saya kirim langsung.

  1. Tahap Pengesahan

Menurut informasi dari pegawai BKD propinsi dan berdasarkan pengalaman pribadi, apabila surat persetujuan dari bupati yang melepas dan bupati yang dituju sudah ada, maka pada prinsipnya BKD propinsi hanya mengesahkan semata. Dan biasanya maksimal hanya membutuhkan waktu sekitar 2 minggu sejak surat persetujuan masuk hingga SK persetujuan dari kepala BKD Propinsi (a.n. gubernur). Alhamdulillah sampai tahapan ini pun saya sama sekali tidak mengeluarkan biaya, selain biaya transportasi sendiri ke propinsi, surat-surat dll. Surat yang diterbitkan BKD propinsi ada 2, yaitu :

  • SK Gubernur yang ditanda tangani oleh Kepala BKD a.n. Gubernur

(di sini sudah tercantum TMT mutasi atau per tanggal mutasi mulai sah berlaku. Biasanya ada jeda selama sebulan sejak SK ditandatangani dan tanggal TMT. Mungkin hal ini dimaksudkan untuk memberi waktu persiapan bagi saya, sekolah yang dituju dan sekolah yang ditinggal untuk mempersiapkan segala sesuatunya.

  • Surat tembusan

Surat-surat tersebut ditembuskan kepada bupati daerah yang dituju, bupati daerah asal, BKN regional, BKD kabupaten asal, BKD kabupaten yang dituju, Dinas pendidikan kabupaten asal, DPPKAD kabupaten asal dan kabupaten yang dituju serta yang bersangkutan. Seperti biasa, untuk BKN saya kirim via pos, sedangkan yang lain saya antar langsung.

  1. Tahapan Penghadapan

Berbekal SK mutasi dari propinsi saya mendapat panggilan untuk menghadap BKD kabupaten asal khususnya kepala bagian pemberhentian dan mutasi. Waktunya sekitar 2 minggu sejak SK gubernur dikirimkan ke BKD kabupaten asal. Inti pertemuan adalah perpisahan dan pesan-pesan. Selain itu pulangnya dibekali dengan surat penghadapan yang intinya bahwa saya sudah dilepas secara resmi oleh kabupaten asal. Surat yang saya dapatkan ditujukan untuk : bupati kabupaten asal (sebagai laporan), BKN regional, DPPKAD kabupaten asal, DPPKAD kabupaten yang dituju, BKD kabupaten yang dituju, Dinas pendidikan kabupaten asal, Kepala Sekolah asal dan yang bersangkutan.

  1. Tahapan Penempatan

Mungkin ini tahapan yang paling akhir, yakni 2 buah surat yang dikeluarkan oleh BKD kabupaten yang dituju :

  • SK dari bupati yang dituju tentang penempatan lokasi atau unit tugas saya.

Tembusan disampaikan kepada : gubernur, BKN regional, bupati asal, dinas pendidikan kabupaten asal, PT Taspen, Kepala dinas pendidikan kabupaten yang dituju dan DPPAKD kabupaten yang dituju serta yang bersangkutan.

  • surat penghadapan yang ditujukan kepada kepala dinas pendidikan kabupaten yang dituju. Tembusan disampaikan kepada : bupati yang dituju, kepala DPPKAD kab yang dituju serta yang bersangkutan.

Sampai tahap ini, meski tidak ada surat yang ditujukan untuk kepala sekolah yang ditempati, saya berinisiatif untuk mengkopi SK bupati tentang penempatan tugas dan diserahkan kepada Kepala Sekolah yang baru. Tujuannya agar sekolah bisa menyesuaikan (khususnya urusan kurikulum) nama saya masuk dalam daftar guru dan mendapatkan jam mengajar terhitung sesuai TMT yang ada di SK mutasi.

  1. Tahapan Mutasi Gaji

Saya mengalami masa penyesuaian gaji selama 2 bulan. Artinya gaji saya selama 2 bulan sejak TMT mutasi, masih dikeluarkan oleh kabupaten asal. Sedangkan pada bulan ke-3 gaji saya masuk dalam leger gaji di sekolah asal, namun uang (gaji) sudah berhenti. Namun saya dibekali surat yang ditujukan untuk DPPKAD kabupaten yang dituju, yang intinya untuk memasukkan gaji saya di leger sekolah yang dituju. Artinya untuk bulan ke-3 saya tidak menerima gaji. Konon informasinya, gaji ke-3 sejak TMT mutasi akan dirapel untuk dicairkan bersama dengan gaji ke-4 oleh kabupaten yang dituju. Namun sampai tulisan ini saya buat, saya belum bisa memastikannya. Karena saat ini masih dalam masa bulan ke-3. Saya pribadi hanya berharap, semoga betul begitu prosedurnya. Seperti itulah detail proses mutasi saya. Tahapan mutasi sebagaimana yang saya paparkan di atas itu berdasarkan versi saya, artinya mungkin ada versi baku. Tapi sampai saat ini, saya juga belum melihat bagan tahapan mutasi sebagaimana yang saya alami. Bisa jadi antar daerah ada sedikit perbedaan, namun mungkin secara garis besarnya sama. Atau ada tahapan lain apabila mutasi tersebut bukan anat kabupaten, melainkan antar propinsi. Cukup lama dan melelahkan kalau dicermati tahapan itu sekaligus, namun saat proses itu berlangsung sebenarnya tidak begitu. Karena jeda waktu yang cukup panjang antara setiap tahapan. Mungkin akan menjadi hambatan tatkala jarak antara kabupaten asal dan kabupaten yang dituju cukup jauh. Namun karena kebetulan kabupaten asal dan kabupaten yang dituju pada mutasi saya hanya bersebelahan, maka ringan-ringan saja J   Semoga teman dan pembaca yang hendak mengajukan mutasi atau sedang dalam proses mutasi bisa mendapat manfaat dari tulisan ini. Terima kasih. Salam J

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s