Komunitas Film Pendek

Istilah “komunitas” berarti “sama” yang diambil dari kata communis dari bahasa Latin. Komunitas bisa dipahami sebagai sebuah kelompok yang para anggotanya memiliki aktivitas, ketertarikan, hobi, habitat atau sesuatu lain yang sama. Maka, komunitas film bisa berarti kelompok yang memiliki ketertarikan hingga keterlibatan dalam dunia film. Komunitas film yang dimaksud adalah bukan komunitas dalam bentuk perusahan atau organisasi komersial, tetapi organisasi atau kelompok penggiat film diluar jalur industri.

Belakangan ini kalangan muda, termasuk didalamnya para pelajar, semakin marak dalam membentuk komunitas-komunitas film, khususnya film independen atau film pendek. Dari kota-kota besar hingga tingkat kecamatan di daerah pinggiran bermunculan kumpulan anak muda yang menamakan diri sebagai komunitas film.

Di tingkat sekolah mulai bermunculan jurusan multimedia di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) hingga ekstrakurikuler bidang multimedia, audio visual, broadcasting atau semacamnya. Hal yang sama lebih gencar terjadi di tingkat perguruan tinggi.

Di Indonesia, perkembangan komunitas film di tingkat perguruan tinggi dimulai dengan munculnya kine klub bernama Liga Film Mahasiswa Universitas Indonesia (LFM-UI) di kampus UI Salemba pada tahun 1950. Tahun 1960 muncul pula LMF-ITB. Tahun 1969 lahir kine klub Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) yang kemudia dikenal dengan nama Kine Klub Jakarta (KKJ). Beberapa kine klub juga mulai bermunculan pada tahun-tahun tersebut. Hingga pada tahun 1990 muncul kesepakatan bersama untuk membentuk organisasi bernama Sekertariat Nasional Kine Klub Indonesia (SENAKKI) sebagai induk organisasi kine klub di Indonesia.

Sedangkan sejarah gerakan film independen di Indonesia dimulai pada tahun 1970-an yang dimulai dengan berdirinya Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (LPKJ). Mulai tahun 2000-an, komunitas film yang awalnya hanya sebagai wadah pertemuan antara pecinta film, berkembang menjadi wadah pembuat film pembelajaran, film workshop, film alternatif, dan semacamnya. Selanjutnya semua itu sering disebut sebagai bagian dari film independen.

Sejalan dengan perkembangan komunitas film, media teknologi film pun semakin berkembang. Pada awalnya, media film hanya berupa seluloid 16 mm dan 8 mm kemudian beralih menggunakan pita magnetik dalam kaset video. Media penyimpanan pun ikut mengalami perkembangan dengan beberapa pilihan, diantaranya dalam bentuk pita (cassete), cakram (disk) dan memory chip.

Selain itu semua, berbagai kemudahan semakin didapat untuk bisa membuat film, diantaranya adalah kemudahan dalam mengoperasikan kamera karena semua perangkat sudah dilengkapi dengan setelan otomatis. Masalah harga kamera yang semakin murah juga bukan menjadi kendala utama lagi. Tak ada dana untuk membeli? Jangan khawatir. Masih banyak usaha penyewaan peralatan film dengan harga yang makin bersaing pula.

Saat ini ratusan komunitas film muncul dengan semangat dan warna yang berbeda-beda. Kebanyakan warna-warni komunitas film anak-anak muda kita didominasi oleh lingkungan tempat mereka berkumpul, misalnya sekolah, perguruan tinggi, kota, daerah dll. Bisa pula karena alasan minat dan hobi yang sama. Misalnya karena sama-sama tertarik pada pelestarian lingkungan, perdamaian, agama, sains dll. Komunitas yang lain bisa pula terbentuk karena faktor usia. Misalnya komunitas film anak-anak, remaja, dewasa dll.

Beberapa komunitas film yang berhasil dihimpun beserta alamat website/blog diantaranya adalah :

  • Jakarta : Boemboe (boemboe.org), Forum Filmmaker Pelajar Jakarta (FFPJ) Kota (pelajarfilmmaker.multiply.com), Forum Lenteng (forumlentengjakarta.org), Kineforum (kineforum.wordpress.com), klub Kajian Film IKJ (klubkajianfilmikj.wordpress.com), Komka UIN Syarif Hidayatullah (komkauinjakarta.blogspot.com), Konfiden (konfiden.or.id), Kultur Visual (kulturvisual.wordpress.com), dll
  • Yogyakarta : 56 Film Yogyakarta, Bendera Visual Project Yogyakarta, Cinema Komunikasi UMY, Cinergy Visipro, Etnoreflika (etnoreflikas.multiply.com), Forum Film MMTC (forumfilmmmtc.com), Galeri Video Foundation (galerivideo.wordpress.com), JCM Kineklub UIN SUKA, Jogja Movie Glow, KamISInema, Kampung Halaman (kampunghalaman.org), Komaroll Yogyakarta, Komite Muda, Komunitas Dokumenter Yogyakarta, Lunch Video Explore, Mainstream Motion Picture Production, Omah Opak, Patemon/ backlight Yogyakarta, Qemebul Production Yogyakarta, Rumah Sinema, Running Pictures Yogyakarta, Samar Picture (akindo.ac.id ), Scene 72 Yogyakarta, Studio Gambar Gerak (studiogambargerak.blogspot.com), Studio Kasat Mata Yogyakarta dll
  • Jawa Tengah : Forum Film Banjarnegara, White Wall, Jaringan Kerja Film Banyumas (jkfb.wordpress.com), Pidio, Sangkanparan (sangkanparan.wordpress.com), Joglo Film Jepara, Rumah Dokumenter (rumahdokumenter.org), Beda Studio, Cinema Lovers Community (clc-purbalingga.blogspot.com), Carmen Film Entertainment, Sindikat Film Kartini Pop, Importal (importal.wordpress.com), Kronik (kronikfilmedia.blogspot.com), Cengkir, Violeta, Bengkel Film ISI, Kine Club Univ. Slamet Riyadi, Kine Klub FISIP UNS (kineklub.blogspot.com), Mutabunga, Matakaca (matakaca.wordpress.com), Mataya (mataya-indonesia.org), Matton, USF-UMS, Bengkel Sinema (bengkelsinema.co.cc) dll
  • Jawa Barat : Cinematography Club (CC), Forum Filmmaker Pelajar Bandung (F2PB), Indonesian Create, Kajian Sinema, Kineruku, Liga Film ITB (lfm.itb.ac.id), Movieglad Pictures (moviegladpictures.wordpress.com), Komunitas Lenting, Java Filmmaker (javafilmmaker.wordpress.com), Komunitas Film Tasik (KOFITAS), Soca Tasik Youth Media Centre dll
  • Bali : Kawanusa (kawanusa.co.id), Minikino (minikino.org), Unidentifiel Film Syndicate (UFS), dll
  • Lampung : Independent Film Community Bandar Lampung (ariefmipa.wordpress.com) dan Komunitas Layar dll
  • Sumatera Barat : Komunitas Kadaindah, Hitam Putih, Komunitas Sarueh (sarueh.wordpress.com), Matakata Film dll
  • Palu : kita mengenal ada komunitas film pendek Kafe Ujung (Komunitas Felem Maesa Ujung) dan KOPRO (Kos-kosan Produksi) dll

 

Untuk komunikasi dan konsultasi, silahkan kalian hubungi saja komunitas-komunitas film yang terdekat dengan lokasi kalian melalui web yang ada. Biasanya pengelola komunitas film sangat terbuka dan senang jika ada anggota, terutama dari kalangan pelajar, yang berminat mengembangkan bakat dan minat dalam bidang sinematografi.

Sebenarnya masih banyak komunitas-komunitas film yang belum disebutkan di atas. Baik yang berada di kota-kota besar maupun di daerah pinggiran. Kalian bisa mendapatkan informasi ratusan komunitas film pendek di Indonesia dengan membuka situs http://www.in-docs.org yang dibentuk pada tahun 2002 oleh Yayasan Masyarakat Mandiri Film Indonesia (YMMFI), dengan misi mempromosikan film dokumenter di Indonesia sebagai medium untuk meningkatkan kepekaan sosial masyarakat dalam menjunjung tinggi hak asasi manusia, demokrasi, dan kesetaraan gender.

Iklan

One comment on “Komunitas Film Pendek

  1. Hai Hai hai…
    pada suka buat filmkan?
    ikutin TEBAS aja (The Best Annual Multimedia Show).
    ikuti ajang AWARD MULTIMEDIA kampus ku.
    yang diadakan UKM KOMA dari kampus STMIK AMIKOM YOGYAKARTA.
    ini pesertanya gak cuma Jogja lo.
    tapi dari seluruh INDONESIA ayoo ikutan.

    disinii kita melombakan 3 katagori :

    1. Photograpy Contest tema : Sudut Negeri ku Indonesia.
    2. Poster Film tema : Potret Kehidupan.
    3. Indie Movie tema : bebas NON DOKUMENTER.

    kalo mau ikut hanya 10rb per/karya.
    bisa daftar online sama offline.
    kalo online bisa diweb dan karya dikirim lewat pos.
    kalo yang offline bisa datang ke kampus STMIK AMIKOM YOGYAKARTA.
    bisa pelajar dan juga mahasiswa dan umum loo.. buruuannnn daftar ini AWARD nya dilaksanakan pada bulan MEI.

    info :
    TEBAS AWARD
    @TEBASAWARD
    http://www.tebasaward.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s