KIR ESPERO Buat Film Pendek

Cerita bermula sejak bulan Februari lalu. Awalnya hanya sebatas buat kegiatan intermezo saja. Maklum, percobaan Membuat Nata de Coco yang lalu, membuat KIR agak jenuh dengan program-program yang ilmiah banget. Ingin rasanya buat program yang ringan-ringan saja.

Sebelumnya sempat terpikir pula untuk melakukan percobaan membuat “Kamera Lubang Jarum”. Kamera jenis ini sedang ngtren di internet. Selain murah, manfaat dan kreatif, juga sangat anak muda banget. Tapi,g kegiatan ini urung dilaksanakan. Alasannya cuma satu, bingung nyetak hasil filmnya. Maklum, kamera lubang jarum yang menggunakan negatif film harus dicetak secara manual (kamar gelap). Kalo bisa cetak pake print digital saja enak. Tapi ndak masalah. Daripada repot dan bingung, mending pindah haluan. Buat Film Pendek!!!

Proses pembuatan film pendek ini jelas memakan waktu, tenaga, biasa dan kerja keras otak dan otot. Maklum, tak ada satupun anggota KIR yang punya pengalaman. Tapi justru itulah tantangannya. Berikut ini catatan KIR Espero tentang dibalik layar film pendek “Asa di Bawah Kaki Slamet”.

Untuk memilih peran, KIR tidaj sekadar comot saja. KIR mengadakan casting di kelas 7A pada Kamis, 22 Maret lalu. Satu per satu anggota KIR tampil untuk berlakon monolog sebagai seorang Kania. Bagaimana suasana casting? Grogi jelas, tegang pasti, kikuk dijamin, pingsan… mmm… tidaklah … 🙂

Hasilnya, dari 17 anggota KIR yang melakukan casting, tiga telah dipilih sebagai pemeran utama. Mereka adalah Diana (8D), Mabruroh (8C) dan Uswatun Khasanah (8B). Nah, untuk satu lagi pemeran utama dipilih berdasarkan karakter yang cocok sesuai dengan tuntutan skenario film. Lalu dipilihlah Nur Hikmah (8C) yang dianggap cukup pas untuk peran utama tersebut.

Hampir dua bulan lamanya KIR memberikan kesempatan pada artis-artis pilihan (cie… 🙂 untuk mengasah kemampuan aktingnya di rumah sekaligus untuk mematangkan skenario. Selasa, 29 Mei jam 12.00 dimulailah latihan akting. Masing-masing anggota mulai mencoba peran mereka, baik itu sebagai kameramen, ass sutradara, ass produser, ass penulis skenario, make up, wardrobe, penata lampu, hingga art director dll.

Latihan kedua pada Jum’at, 1 Juni, ketiga pada Sabtu, 2 Juni dan keempat pada Senin, 4 Juni 2012. Latihan dilakukan sebanyak empat kali, agar anggota KIR cukup siap untuk memulai shooting sebenarnya. Nah tibalah saatnya untuk memulai produksi film pada tahap shooting. Proses Shooting dilakukan sebanyak 3 kali atau 3 hari. Shooting pertama dilakukan pada saat acara perpisahan siswa SMP N 2 Pulosari TA. 2011/2012, pada Kamis, 31 Mei 2012. Tim Produksi KIR mengambil moment itu karena sesuai dengan skenario. Shooting hanya dilakukan untuk 1 scene, yaitu scene 29. Walau begitu, tim sempat harus mengulang adegan hingga 4 kali.

Sisa waktu digunakan untuk merekam kegiatan perpisahan, meski tidak penuh. Ya,… hitung-hitung sambil latihan ambil adegan, biar besok tak canggung lagi. O ya, bro… video perpisahan juga diedit tersendiri. Biar bisa buat kenang-kenangan.

Shooting kedua dilakukan pada Selasa, 5 Juni 2012 mulai pukul 06.30 s.d 12.00. Lokasi diambil di kebun cengkeh di halaman belakang sekolah. Dari sekian banyak scene yang diambil, ternyata sobat, sayang sekali hampir semuanya gagal.

Alasannya adalah setting kamera kurang pas, sehingga gambar terlalu terang, bahkan bisa dikatakan terlalu silau. Dari sekitar 20 scene yang diambli, hanya 1 scene saja yang bisa digunakan.

Kecewa jelas, galau pasti. Untunglah tiba-tiba girlband Cherlybell datang menemui kami dan menghibur hati kami. Berikut ini foto-foto saat Cherlybell beraksi… Hah… !!! Apa? Palsu?!… Ya, Maaf. Biar palsu yang penting tiruan 🙂

Rabu, 7 Juni 2012 pukul 06.30 menjadi saksi saat kami mulai mulai beraksi lagi. Hari ini, mau tidak mau, harus berhasil dan selesai. Maklum, rencana dua hari shooting harus nambah satu hari lagi yang berarti menambah biaya, khususnya untuk sewa kamera. Shootingpun kami mulai dari awal lagi dengan cepat.

Dan akhirnya, Alhamdulillah, jam 14.00 shooting berhasil diselesaikan. Ini rekor bagi kami. Dalam sehari 29 scene berhasil direkam dan hasil yang sesuai keinginan.

Tahapan setelah proses pengambilan gambar adalah editing, yang meliputi memotong dan menggabungkan file video, memberi judul, animasi, efek dll termasuk thrillernya.

Sobat, sebelumnya mohon maaf, karena film belum bisa kami putar sekarang. Rencananya film akan dilounchingkan pada pertengahan Juli depan bersamaan dengan kegiatan MOS (Masa Orientasi Siswa) SMP N 2 Pulosari TA. 2012/2013. Tapi kalo minat melihat thrillernya, monggo bisa disaksikan di bawah ini :

Film ini kami dedikasikan untuk keluarga besar SMP Negeri 2 Pulosari Pemalang. Semoga bisa bermanfaat dan bisa menjadi inspirasi bagi pengembangan film-film pendek berikutnya. Amin.

Film pendek atau film independen adalah film yang diproduksi dengan durasi waktu pendek, yaitu antara 60 detik hingga 50 menit. Dengan durasi yang lebih pendek, maka biaya produksi relatif lebih murah. Jenis-jenis film pendek berdasarkan materinya adalah dokumenter, fiksi, animasi, iklan dan klip musik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s