Memilih Jurusan di Perguruan Tinggi

Isu utama setelah Ujian Nasional (UN) bagi siswa tingkat SMA yang ingin melanjutkan kuliah adalah perguruan tinggi. Sejalan dengan itu bagi yang berminat meneruskan di perguruan tinggi negeri, maka Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) menjadi sesuatu yang mendebarkan dan penting. Selain aroma persaingan yang kuat, juga karena aroma kehidupan baru yang akan mereka jalani nantinya. Persaingan terjadi karena jumlah mahasiswa yang diterima sangat tidak sebanding dengan jumlah calon mahasiswa yang mendaftar. Kehidupan baru yang menuntut kedewasaan dan kemandirian akan dimulai tatkala menginjakkan kaki di perguruan tinggi. Tempat belajar baru, teman baru, lingkungan baru, pergaulan baru dan kebebasan.

Untuk menuju ke arah tersebut, calon mahasiswa harus berjuang keras dalam kompetisi SNMPTN demi mendapatkan jurusan dan kampus pilihan. Bukan sekadar bisa mengerjakan soal-soal SNMPTN, tetapi juga untuk mendapatkan nilai yang terbaik. Bukan sekadar kampus, tetapi kampus pilihan dengan jurusan pilihan pula. SNMPTN akan terasa jauh lebih berat dari UN yang telah mereka lalui kemarin.

Sebelum para calon mahasiswa berkompetisi dalam SNMPTN, mereka harus memutuskan dulu jurusan dan perguruan tinggi yang dipilih. Dalam tahap inilah mereka akan berpikir keras untuk melakukan kompromi antara cita-cita dan kondisi. Memilih jurusan yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan memang gampang-gampang susah. Bagi sebagian mahasiswa yang berasal dari keluarga kaya akan terasa mudah karena tinggal menyesuaikan dengan minat dan kemapuan otak. Tapi bagi mahasiswa dari keluarga miskin, mereka harus bisa mengkompromikan keinginan dan kekuatan ekonomi keluarga. Untuk itu dibutuhkan ketelitian lebih dari calon mahasiswa tersebut.

Kesalahan memilih jurusan dan perguruan tinggi bukan hanya berakibat pada antusias belajar semata, tetapi berpengaruh terhadap karir dan kehidupannya di masa mendatang. Bagaimanapun juga di era sekarang ini, untuk bekerja di sektor formal, bukan hanya kemampuan saja yang diperlukan, tetapi juga pendidikan dan ijazah. Apa jadinya jika seseorang yang berminat di bidang seni ternyata salah jurusan di bidang sains. Setiap saat dia akan berkutat dengan sains, kemudian kelak harus bekerja pula di bidang sains, meskipun sebenarnya punya kemampuan dan minat lebih di bidang seni. Di sisi lain pekerjaan yang menjadi profesinya akan kurang diminati, sementara bakat seninya akan terbengkalai sia-sia.

Biasanya para calon mahasiswa pada proses pemilihan jurusan ini akan mengalami perubahan orientasi sebagai bagian dari proses pendewasaan. Fase awal yang terjadi adalah fase idealis. Pada fase ini calon mahasiswa biasanya akan terobsesi dengan jurusan dan perguruan tinggi favorit. Salah satu jurusan favorit adalah kedokteran dengan kampus-kampus nomor wahid, seperti UGM, UI, ITB, UNDIP dll. Tidak ada kampus lain yang dilirik meskipun dekat dengan rumah. Biasanya pilihan jurusannya seiring dan seirama dengan cita-cita di masa kecil.

Menjelang pendaftaran SNMPTN calon mahasiswa akan mengalami perubahan fase menjadi lebih realistis. Hal ini terjadi setelah calon mahasiswa mulai mempelajari tingkat persaingan, profil-profil perguruan tinggi, kondisi lapangan pekerjaan, dan kemampuan ekonomi keluarga. Pamor dan nama besar perguruan tinggi sudah tidak lagi mendominasi pemikiran dan pilihan. Calon mahasiswa mulai melakukan banyak pertimbangan atas masukan banyak pihak terutama orang tuanya. Pertimbangan biaya mulai mereka pahami. Lokasi, persaingan saat mencari pekerjaan, kemampuan, dan dukungan keluarga menjadi alasan yang mulai mereka pertimbangkan. Nah, di saat inilah waktu yang tepat sebenarnya untuk menentukan jurusan dan kampus pilihan.

Sebelum memilih jurusan, kenalilah diri kalian terlebih dahulu. Apa hobi kalian? Apa minat kalian? Apa bakat kalian? Pekerjaan yang kalian tidak sukai? Pekerjaan apa yang membuat kalian nyaman? Sehingga saat kalian melakukan pekerjaan itu senyaman layaknya menyalurkan hobi. Kalau kalian belum menemukan jawaban yang pasti, ikuti tips berikut.

Salah satu cara mudah untuk mengenali bakat dan minat adalah dengan membaca buku atau koran. Luangkan waktu kalian untuk berkunjung ke perpusatakaan atau toko buku terdekat. Bacalah satu demi satu judul buku yang terpajang pada rak-rak buku. Cermati dengan seksama mana dari ratusan judul buku tadi yang membuat kalian berhenti dan mengambil buku tersebut. Lantas bacalah!

Kalau kalian merasa nyaman dan penasaran dengan isi buku yang dipilih, cobalah cari buku lain yang sejenis. Bisa berbeda tema atau penulisnya, tetapi tetap dalam kajian ilmu yang sama. Jika dengan beberapa buku kalian merasa nyaman dengan tema tersebut, bahkan semakin antusias, mungkin saja itulah bidang kajian ilmu yang sesuai dengan minat kalian. Renungkan dalam-dalam dan carilah kesesuaian dengan jurusan-jurusan yang ditawarkan di perguruan tinggi.

Janganlah memaksakan diri untuk mempelajari ilmu tertentu yang kalian merasa kurang nyaman atau bahkan mungkin tidak mampu mempelajarinya. Prinsipnya adalah menekuni ilmu yang kalian minati, meskipun tidak prestisius, dan jadilah ahli di bidang itu. Jurusan apa pun yang kalian masuki pasti akan berguna (laku jual) jika kalian ahli di bidang itu. Sebaliknya, meskipun itu jurusan prestisius, tetapi kalau kalian tidak ahli karena memang tidak memiliki minat dan kemampuan maka akan serasa sia-sia dan tak berguna.

Jangan pula karena kemegahan bangunan kampus lantas membuat kalian menentukan pilihan. Kemegahan bangunan bukan jaminan kenyamanan dalam belajar. Hubungan antara perguruan tinggi dan jurusan yang dipilih lebih terletak pada fasilitas yang dimiliki untuk menunjang proses pembelajaran, biaya selama pendidikan, keahlian para dosen pengajar, dan perhatian kampus terhadap pengembangan bakat dan minat para mahasiswanya. Masa depan memang tidak selalu berhubungan dengan jurusan dan perguruan tinggi. Tetapi ilmu yang kalian dapatkan di perguruan tinggi bisa sangat mempengaruhi kehidupan di masa depan.

About these ads

One comment on “Memilih Jurusan di Perguruan Tinggi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s