Kecantikan Sains

Kecantikan identik dengan keindahan. Seseorang yang sedang terlena terhadap suatu kecantikan tertentu, dia akan menjelma menjadi sosok yang romantis. Seolah keindahan itu bisa menular, sehingga tak peduli seberapa garang seseorang bisa dengan seketika menjelma menjadi sosok yang lemah lembut. Sangat berbeda dari keadaan sebelumnya.

Karena kecantikan dan keindahan hanya bisa dirasakan, maka keduanya hanyalah berarti sifat. Bukan wujud semata. Artinya, sungguh berhubungan dengan selera. Ketika Dewi Sandra menjadi terkenal karena kecantikannya di Indonesia, maka belum tentu berlaku sama saat dia berada di belahan benua lain. Jadi, sesuatu yang buruk pun bisa tampil cantik bagi mereka yang berselera. Dan seseorang yang cantik bisa dianggap biasa saja oleh orang lain.

Untuk manusia, kecantikan memang identik dengan perempuan. Atau segala sesuatu yang memiliki sifat feminim lebih dominan dari maskulin. Meski dalam keseharian kita sering mendengar ada istilah nomor cantik, warna cantik, sepatu cantik … semuanya pasti lebih mengarah pada sesuatu yang khas. Khas karena lain dari yang lain. Khas karena memberikan sesuatu yang lebih dari yang lain. Dan khas karena memiliki pesona. Fisik memang mendominasi, namun penilaian bukan hanya sebatas fisik semata.

Ketika saya mengajak Anda untuk melihat kecantikan sains, sebenarnya hampir memiliki dasar yang sama ketika kita melihat seorang gadis cantik. Amatilah sains dengan seksama, lalu nilai dari sudut pandang selera masing-masing dan nikmatilah pesonanya. Namun ingat, kecantikan yang ditawarkan sains memiliki arti yang berbeda. Kecantikan Madonna dua puluh tahun lalu mungkin sangat mempesona, namun berlangsung hanya sekejab. Berlangsung relatif bagi setiap orang dan hanya mengedepankan penampilan luar semata.

Kecantikan yang ditawarkan sains lebih bersifat obyektif. Berlaku hampir sama bagi semua makhluk. Mungkin saja kecantikan model ini memiliki jenis lain dari kecantikan yang biasa kita nikmati. Sains itu cantik, anggun, indah, dan mempesona karena di dalam sains terpapar dengan jelas kepada kita bagaimana alam terpola. Sains bisa membuat alam menjadi sangat ringkas, sederhana, mempesona dan menakjubkan. Alam yang awalnya sangat misterius bisa tersibak dengan sangat jelas. Dan selanjutnya ternyata memunculkan suatu kesadaran betapa alam itu sesungguhnya sangat luar biasa.

Obyektif berarti memiliki dasar kebenaran yang universal. Kalau kita selama ini menilai keciantikan seseorang dengan takaran selera masing-masing, maka hal itu tidak berlaku bagi sains. Untuk mendalami sains, kecantikan model obyektif inilah yang perlu diberlakukan. Einstein sendiri mengakui, ”Tak ada lintasan nalar menuju ke asas-asas semesta. Asas semesta hanya dapat dihampiri dengan kecintaan intelektual yang sangat mendalam terhadap obyek penelitian. Bagi Whittaker, seorang ilmuwan sejarah, teori Maxwell tentang listrik itu ibarat sebuah bangunan yang indah (beautiful edificeI).

Sisi lain dari kecantikan sains adalah kemampuannya dalam memberikan harapan. Harapan untuk lebih maju, lebih baik, lebih beradab, lebih mudah, lebih baru… Harapan adalah salah satu alasan terpenting untuk meneruskan hidup, terutama bagi mereka yang sudah merasa putus asa. Tentu kita semua tahu betapa hampanya hidup tanpa diiringi harapan atau asa. Apa yang menjadi catatan di atas memang labih banyak ambisi dari pada kenyataan. Keinginan-keinginan bagaimana manusia menjalankan kehidupannya di masa depan. Berbagai kemudahan, kepraktisan dan kenyamanan yang diharapkan bisa diwujudkan oleh sains. Hingga terkadang kita menginvestasikan waktu, tenaga dan uang untuk merintis dan mewujudkannya. Memang berat dan yang menyakitkan, terkadang kita belum juga mendapatkan apa yang kita harapkan meskipun tahun telah berganti menjadi abad dalam penantian. Tapi itu bukan kendala. Bukankah langkah ke sepuluh tak akan ada tanpa melalui langkah pertama. Harus ada yang memulainya meskipun tertatih-tatih pada langkah pertama.

Sayangnya dibalik keindahan, sains juga bisa sangat membosankan. Terasa sia-sia dan mengada-ada. Berlebih-lebihan hingga hilang kesabaran. Apalagi jika sebuah kemajuan di bidang sains tidak diiringi dengan aplikasi dakan bentuk teknologi. Sains tidak lagi cantik dan terhormat. Namun akan terasa hambar dan sungguh menjadi sangat biasa. Dan yang lebih menakutkan lagi, ternyata di balik itu semua sains juga menyimpan duri yang sangat tajam. Sesuatu yang sangat menakutkan dan selalu mengintai kita semua….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s