Catatan Masa Depan

INI bukan sembarang bangunan. Terletak di bawah batuan lunak, nyaman, sejuk dan nyata. Masyarakat Matmata di Tunisia telah akrab dengan bangunan model ini. Entah saling berkaitan atau tidak, pemerintah Inggris membangun kehidupan tepat di bawah tanah kota London yang aman, luas serta modern. Awalnya sebagai lokasi perlindungan bagi warga, sementara para prajurit berperang meregang nyawa di atasnya selama Perang Dunia II (1939-1945). Kebutuhan akhirnya mendesak munculnya jalur rel kereta api, pertokoan, hingga taman bermain di kota bawah tanah tersebut. Dan kita semua tahu, ini bukanlah khayalan. Ini betul-betul nyata.

Sementara Inggris sibuk memperindah kota bawah tanah mereka, perusahaan Taisei untuk Jepang sedang merancang dengan serius sebuah bangunan dari baja ringan yang menjulang setingga 4.225 km ke angkasa. Mereka menamakan bangunan impian futuristik ini X-Seed 4000. Meskipun proyek ini masih berupa rancangan, namun langkah untuk mewujudkannya sedang serius dikerjakan. Entah kapan proyek ini terwujud, namun setidaknya sudah ada keberanian untuk membedah rahasia besar langit. Ini memang rencana “gila”. Namun bukankah selama kejutan sains yang kita temui selama ini berawal dari rencana-rencana gila seperti proyek X-Seed 4000. Bukan tidak mungkin, suatu saat nanti kita bisa menyaksikan konser Rolling Stones langsung pada ketinggian ribuan kilometer di atas Bumi.

Cerita beralih tatkala kita membuka jendela rumah dan mendapatkan jalanan sudah bebas dari kendaraan. Tak ada polusi, suara bising dan sangat aman untuk para pejalan kaki. Dan sesungguhnya memang itulah skenario utamanya. Penguasa jalanan bukan lagi para gangster pengendara Harley Davidson ataupun Bang Somad sang penarik becak, namun sudah beralih ke para pejalan kaki. Meskipun nyaman, pada akhirnya nanti jalanan menjadi media transportasi yang super lambat. Karena pada saat itu, udaralah yang menggantikan peran jalan darat tersebut. Mobil tidak lagi memerlukan roda untuk untuk bergerak. Mobil akan berjalan tanpa menyentuh landasan alias terbang. Dan karena gaya gesek bukan lagi masalah, maka mobil akan bergerak begitu cepat tanpa menimbulkan kebisingan yang berarti. Kita bahkan bisa mengelilingi planet ini hanya dengan sekali menyeruput hidangan kopi panas di kabin yang empuk dan tanpa perlu mengganti ban.

Kita pastilah akan mengatakan mustahil untuk menanggapi gambaran di atas, jika kita tidak mengenal Maglev (Magnetic Levitation Vechiles). Kereta yang mampu bergerak dengan kecepatan 600 km perjam ini sudah beroperasi di Jepang. Kemampuan Maglev yang begitu cepat (untuk ukuran sekarang) bergerak lebih disebabkan karena secara teknis sebenarnya kereta ini mengambang. Begitu sistem dinyalakan, maka kereta ini terangkat dan siap melaju dengan mulus dan cepat. Untuk saat ini, Maglev cukup menakjubkan karena memanfaatkan sains secara tepat dan cerdas.

Saat ini mungkin kita baru bisa menciptakan Maglev sang kereta terbang, namun bisa saja dalam beberapa tahun lagi mobil-mobil terbang sudah lalu lalang di atas rumah kita. Maglev barulah permulaan, dalam beberapa puluh tahun ke depan, mungkin saja kota megatropolitan sebagaimana yang digambarkan dalam film Start Trek betul-betul terwujud. Gedung-gedung tinggi menjulang ke angkasa seolah sedang berlomba.

Di sudut ruang sebuah gedung, seorang pemuda kurus berkacamata tebal sedang serius menatap layar monitornya. Dia sedang bercakap-cakap dengan teman virtualnya yang berada di seberang benua. Sesaat kemudian dia bosan dan mengubah layar monitornya dengan untuk melihat nilai kekayaannya di bursa saham. Dahinya berkerut, hari ini tidak ada perkembangan berarti. Akhirnya dia memilih tidur setelah melepaskan perangkat elektroniknya.

Di sebelah ruang tidur si pemuda kurus itu, seorang remaja tanggung sedang memimpin anak buahnya rapat dengan teleconference. Seperti biasa, si upik tetangga sebelah sedang asyik dengan game virtualnya dan lupa jika dia sudah mengurangi umurnya selama lima jam hari itu hanya untuk sebuah permainan. Tepat pukul enam sore, atap jendela kaca gedung itu menutup sendiri dan berganti dengan atap besi. Hawa panas terselamatkan untuk tetap menghangatkan penghuni gedung. Seperti malam-malam sebelumnya, mendung sudah begitu gelap. Pertanda hujan akan segera turun. Tidur memang pilihan terbaik untuk menikmati malam itu.

Gedung yang nyaman, indah, praktis dan aman masih kurang lengkap jika belum otomatis. Inilah hunian idaman masa depan sesungguhnya. Kita sedang bergerak ke arah sana. Cina sudah memulainya puluhan tahun lalu. Tahun 1986, Bank Hongkong sudah berdiri tegak setinggi 180 meter. Keunikan dari gedung itu adalah dipasangkannya cermin-cermin yang diatur oleh komputer di atap untuk dapat memantulkan sinar matahari melalui bagian tengah bangunan menuju ke tingkat bawah. The Shanghai World Financial Center di Pudong, distrik keuangan di Cina menampilkan sesuatu yang berbeda. Gedung yang dibangun tahun 2001 ini dilengkapi dengan sistem komputer yang sudah didesain untuk mengurangi goyangan bangunan pada saat terjadi gempa.

Untuk menghabiskan umur, ada dua pilihan hidup saat itu, menjalani kehidupan maya dan nyata. Kehidupan nyata adalah model kehidupan yang telah dijalani oleh manusia ribuan tahun sebelumnya. Tak perlu ada penjelasan lebar karena kita semua pasti pernah mengalaminya. Kehidupan maya mirip kehidupan mimpi namun bisa direkayasa. Sebuah kehidupan yang tanpa batas. Ruang dan waktu bukan lagi kendala, karena kita bisa mengendalikannya. Segala apa yang ingin dirasakan, disaksikan dan inginkan bisa segera diwujudkan di tempat duduk anda. Dan bisa anda lakukan berulang kali sepuas-puasnya.

Bentuk kehidupan ini memang menyenangkan. Anda bisa berkunjung ke lorong terdalam sebuah piramida tanpa perlu terbang ke Mesir. Bahkan petualangan tersebut bisa semakin seru karena anda didampingi oleh guide yang siap setiap saat menjelaskan segala sesuatunya kepada anda kapan saja dan dimana saja. Citra hologram berupa tiga dimensi yang dihasilkan oleh lempeng atau film fotografi berupa wanita cantik siap menjawab apapun pertanyaan anda. Satu kelemahannya, semua itu tidaklah nyata. Apa yang anda rasakan sebagai sebuah sentuhan, sebenarnya hanyalah ilusi dan rangsangan saja. Tidak terjadi dengan sesungguhnya.

Silahkan Anda menengok sebentar untuk melihat revolusi teknologi di lautan lepas sana. Bentuknya yang tergolong aneh untuk jenisnya ternyata tidak menghalangi orang untuk mengaguminya. Visby dan RV Triton sudah diluncurkan awal Juni tahun 2000 lalu. Kapal-kapal tempur laut tersebut muncul dengan selera berbeda. Tidak nampak laras-laras kanon atau tabung rudal di badan kapal maupun berbagai asesoris yang menjadikannya tampak sangar. Justru yang tampak adalah nuansa olah raga yang elegan. Namun jangan salah, didalamnya sudah tersimpan semua alat pembasmi kapal lain yang siap diluncurkan. Kapal keluaran Inggris ini sungguh mewakili selera abad 21. Dilengkapi dengan mesin bertenaga besar sehingga bisa bergerak cepat untuk mengejar atau lari dari musuh. Kemampuannya lebih dari 45 knots atau dua kali kecepatan kapal-kapal transport konvensional yang dikemudikan oleh AL AS. Dan bukan tidak mungkin sebentar lagi, para penjelajah laut itu tampil lebih canggih dengan berbagai kemampuan yang berpotensi bukan hanya menjaga keamanan, namun juga memulai suatu peperangan. Karena apa guna kapal canggih tapi tak terpakai.

Cerita berhenti di sebuah ruangan mewah tempat berkumpul para pemimpin negara. Kali ini mereka tidak sedang membicarakan perang. Masalah korupsi bukan lagi masalah serius jika dibandingkan apa yang sedang mereka bicarakan saat itu. Mereka sedang mencari solusi untuk menyelamatkan spesies manusia dengan membuka kemungkinan koloni di planet lain. Harap maklum, Bumi sudah terlalu sesak dan rusak. Tidak ada lahan untuk bernaung anak cucu apalagi untuk hutan konservasi. Untuk sementara ini Mars dan Bulan merupakan calon kuat untuk menyediakan rumah baru bagi manusia. Sayangnya, daratan Mars dan Bulan tidak menyediakan oksigen sebagaimana yang Bumi sediakan secara berlimpah. Tapi tidak usah khawatir. Para ilmuwan kini sedang mengupayakan sebuah kubah raksasa untuk melindungi koloni manusia di tempat baru tersebut. Persis seperti Ocean Dome (kubah samudra) di Jepang yang lengkap dengan pengatur suhu serta ombak buatan. Jika perlu sebuah jembatan terowongan yang menghubungkan Bumi dan Mars perlu sekalian diwujudkan. Rencana ini musti segera diwujudkan. Sebelum suhu Bumi semakin panas karena ozon tak lagi mampu menahan ultraviolet mamasuki Bumi.

Selain itu semua, para pakar telah memulai fantasinya dengan berbagai alat yang berkemampuan luar biasa namun berwujud mini. Misalnya, penerjemah universal yang memudahkan kita untuk berkomunikasi dengan siapapun tanpa harus belajar berbahasa. Dunia virtual yang nyata diangankan sebagai obsesi untuk mewujudkan dunia matrix ala Keanu Reeves. Komputer yang semakin mungil namun memiliki kemapuan kerja berlipat-lipat. Alat transportasi yang semakin cepat sehingga memungkinkan kita untuk mengelilingi planet Bumi ini dalam beberapa jam saja. Hingga teknologi nano yang memungkinkan semua alat kerja canggih muncul dalam bentuk mini dan mampu bekerja hanya melalui sebuah remote..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s