Study Tour SMP N 2 Pulosari ke Jogja

RENCANA Study Tour ini sudah disosialisasikan cukup lama sejak awal semester genap, Januari 2012 lalu. Dan ini memang program tahunan sekolah kami khusus untuk tinngkat VIII. Dengan mencicil melalui tabungan mingguan, Alhamdulillah hampir 95% siswa tingkat VIII mengikuti kegiatan ini. Ada beberapa siswa yang karena alasan kesehatan dan kepentingan tertentu tidak bisa mengikuti kegiatan ini. Total siswa yang mengikuti kegiatan ini ada 237 siswa dengan 17 pendamping dari unsur guru+TU. Melihat antusias peserta maka kami menggandeng EO Kampus Biru Mandiri langganan kami. Empat buah bus besar (kursi 59) dan sebuah bus sedang (kursi 30) kami kerahkan untuk mengangkut pasukan menuju ke kota wisata Jogja. Waktu kegiatan direncanakan mulai Jum’at malem, 6 April hingga Minggu pagi, 8 April 2012.

Persiapan. Tidak ada kendala yang berarti selama masa persiapan hingga menjelang pemberangkatan. Orang tua memberikan dukungan dengan mengantar siswa ke sekolah saat pemberangkatan. Meski siswa Espero (SMP N 2 Pulosari) adalah anak desa, tapi Alhamdulillah hampir semuanya mampu mengikuti ini yang memerlukan budget lumayan untuk ukuran piknik.

Rencana awal hanya menggunakan 4 buah bus besar, namun ada 17 siswa yang terlambat membayar berharap bisa ikut dalam kegiatan ini. Yo wis, akhirnya panitia putar akan dan… yup, solusinya sebuah bus sedang siap mengangkut mereka.

Pemberangkatan. Pemberangkatan berpusat di titik nol kampus Espero (maksude’ ning sekolahan bro) tepat jam 20.15 hari Jum’at, 06 April 2012. Sebagian peserta sebenarnya sudah berkumpul sejak ba’da maghrib. Bahkan beberapa peserta memilih sebelum maghrib sudah berada di sekolah untuk mengantisipasi hujan yang memang kerap menjadi santapan sore hari di lingkungan Pulosari. Tidak ada kendala berarti yang mengganjal pemberangkatan ini. Para orang tua sudah mulai berkoordinasi dengan wali kelas melalui sms dan telephon.

Rute yang kami lalui adalah jalur selatan. Bermula dari Pulosari-Moga-Randudongkal-Belik (Pemalang) menuju ke Purbalingga, Purwokerto, Kebumen, Purworejo, dan Magelang. Jalur selatan menjadi pilihan kami karena jalur utara melewati jalan yang cukup berkelok dan tajam. Rombongan tiba di tujuan pertama, Magelang, tepat pukul 02.30 dini hari. Karena masih terlalu pagi dan sekadar untuk melepas penat, kami semua tidur lagi di hotel. Maklum perjalanan wisata ini pasti akan semakin terasa tatkala badan juga sehat.

Transit di Hotel Borobudur. Lokasi pertama yang kami tuju untuk transit adalah Hotel Borobudur di jalan Borobudur, Desa Borobudur, Kec. Borobudur dan Kab. Magelang. Hotel ini berada di sekitar komplek candi sehingga hanya memerlukan waktu sekitar 10 untuk sampai di komplek candi. Suasana masih tampak lengang. Mungkin karena waktu itu masih tertlalu pagi, sekitar pukul 07.00. Silahkan download foto-foto saat transit di Hotel Borobudur di sini.

Candi Borobudur. Begitu memasuki komplek candi, para siswa dibagi dalam dua kelompok besar laki-laki dan perempuan. Masing-masing kelompok didampingi oleh seorang guide yang sudah disiapkan oleh pihak managemen candi. Breefing dimulai di halaman depan loket masuk kemudian menuju ke pelataran candi dan bergerak ke naik menuju candi, berkeliling dan turun di sisi candi lain sesuai rute jalan yang sudah disiapkan.

Nah, pas lagi menunggu anak-anak turun dari candi, di pelataran sedang ada ritual Budha yang dilakukan oleh sekelompok orang. Dari penampilannya, mungkin mereka ada turis asia atau penduduk lokal keturunan. Mereka berjalan dua langkah, lalu bersujud, berdiri lagi, berjalan dua langkah lagi, sujud lagi dan begitu terus berulang-ulang sesuai dengan irama ketukan lonceng yang dipukul salah satu dari mereka. Ada juga yang membacakan mantera/doa dengan bahasa yang tidak aku mengerti 🙂 Download foto-foto pas di Borobudur di sini.

Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat. Setelah dua jam kami berkutat di area candi Borobudur, tibalah kami bergerak menuju pusat kota Yogyakarta di Kraton Sri Sultan Hamengkuubuwono X di Selatan Alun-Alun Kidul. Sekitar pukul 10.30, cahaya matahari sudah  sangat menyengat, menyambut kami saat bus bergerak menuju parkiran di alun-alun utara yang nampaknya sudah semakin gersang sekarang. Begitu turun bus, rombongan menuju ke antrian Kraton. Memang saat itu ada beberapa rombongan dari sekolah lain, rombongan keluarga plus para turis asing yang bersliweran di area pendopo kraton. Di pendopo anak-anak kembali dipisah dalam dua kelompok laki-laki dan perempuan untuk mendapat wejangan terlebih dahulu sebelum berkeliling melihat diorama kraton. Silahkan download foto-foto saat di kraton disini

Museum Dirgantara. Obyek kunjungan kami berikutnya adalah ke Museum Dirgantara yang terletak di komplek Lapangan Udara (Lanud) Adisucipto, Yogyakarta di daerah Janti. Setelah makan siang yang cukup mengeyangkan di Resto Ambarketawang, bus segera kembali ke kota Jogja melalui jalur Ring Road Utara. Sebelumnya kami juga mampir ke Java Pusat Oleh Oleh khas Jogjakarta. Aneka makanan dari roti, dodol, jenang, dll lengkap lengkip ada di situ dengan harga ya… lumayan lah. Download foto-foto di museum di sini.

Kenapa kami berkunjung ke Museum Dirgantara? Ya, siapa tahu ada siswa Espero yang tergugah hatinya untuk mengikuti jejak para pilot pahlawan bangsa Indonesia di zaman penjajahan dulu. Selain itu juga untuk mengenal perjalanan sejarah perkapalterbangan di Indonesia. Sebelum masuk, rombongan berjejer di tangga utama. Barangsiapa membawa kamera digital harus membayar 1000,- untuk pajak penggunaan. Ya, mungkin untuk biaya perawatan atau untuk keperluan lain. Tapi, mungkin karena bayar, eh bapak ibu guru tidak melewatkannya dengan sia-sia. Beliau-beliau tak malu untuk tampil narsis di depan kamera. Silahkan download foto-foto guru narsis di sini.

Ternyata memang bangsa kita betul-betul bukan sekadar perkasa di laut, tapi juga di udara. Jadi, untuk siswa yang berminat untuk terjun ke dunia pesawat, kunjungan ini pasti bisa sangat memberikan motivasi.

Pantai Parangtritis/Paris.Kunjungan ke wisata pantai ini menjadi kunjunga terakhir sebelum akhirnya kembali ke jalan Malioboro untuk wisata belanja dan oleh-oleh. Sebelumnya telah kami sampaikan kepada peserta siswa, bahwa tidak sama sekali diperbolehkan untuk berenang di laut selatan. Maklum, ombak dan cuaca beberapa hari ini sedang lumayan besar, sebagaimana yang kami lihat di salah satu TV swasta. Sampai-sampai para nelayan lebih baik bersiap di dalam rumah daripada menantang maut menaklukkan air dan laut.

Pulang dari Pantai inilah beberapa masalah kamii temui. Dua orang siswa mengalami kesurupan. Sebelumnya seorang siswa muntah. Alhamdulillah semua berhasil ditangani dengan segera. Mungkin karena daya tahan tubuh siswa mulai melemah karena kelelahan, masuk angin saat berada di pantai yang memang angin bertiup cukup kencang dan mungkin karena faktor lain. Pastinya itu semua menjadi pengalaman dan tantangan agar kejadian serupa tidak terulang lagi di masa mendatang. Silahkan download foto-foto saat di Pantai Parangtritis di sini

Malioboro. Tujuan berikutnya setelah Paris adalah Jalan Malioboro. Asyiknya belanja di Malioboro pas malam hari. Selain tidak harus berjubel dengan teriknya matahari, juga memang Malioboro akan lebih romantis kalau dinikmati di malam hari. Target operasi para peserta (siswa dan guru) untuk di kawasan ini memang mudah ditebak, yaitu batik. Ada daster batik, baju batik, celana batik, mie ayam batik… ups (bercanda bro).

Setelah lelah berjubel dengan a-z nya jogja, akhirnya jam 21.15 kami bertolak dari Alkid (Alun-Alun Kidul) menuju ke kampuang halaman di Pemalang. Sebelumnya untuk mengisi perut ini yang sudah tertunda beberapa jam, kami mampir lagi di Resto Ambarketawang. Jam 22.15 tepat kami meluncur tanpa ampun di jalur utama Jogja-Purworejo mengikuti rasa kantuk kami yang sudah tak tertahankan lagi. Apalagi musik sempat diputar untuk semakin memperberat kelopak mata ini. Dan akhirnya…. nyaris tanpa tersisa para peserta study tour terlelap dan hanya menyisakan dengkuran yang saling bersahutan.

Kira-kira jam 03.00 rombongan sampai di Espero, Pulosari Pemalang. Karena hari masih terlalu pagi, maka sebagian besar peserta memutuskan untuk melewati sisa malam di sekolahan  sembari menunggu jemputan orang tua yang lega si anak pulang dengan  selamat dan tentu saja…membawa berbagai oleh-oleh dari Jogja.

Sampai jumpa Jogja. Terima kasih Jogja. Semoga di lain hari kami bisa berkunjung kembali. Semoga harga oleh-olehnya bisa semakin murah :). Terima kasih juga untuk pendamping kami dari Kapus Biru Mandiri yang bersedia mengantarkan kami kesana kesini dan melayani kerewelan anak-anak kami. Kepada penyedia bus juga kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Akhir kata mari kita bersama-sama mengucapkan HAMDALAH. Karena apa yang terjadi hari ini, adalah semata-mata karena kemurahan-Nya semata. Amin

Iklan

3 comments on “Study Tour SMP N 2 Pulosari ke Jogja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s