Apa itu Islam???

Yang perlu kita bahas pertama kali adalah sebuah jawaban untuk pertanyaan di atas. Islam adalah sebuah jalan hidup atau millah. Kata Islam berarti masuk dalam perdamaian. Ada juga yang mengartikan penyerahan atau kepatuhan. Orang muslim adalah orang yang berdamai dengan Allah SWT dan dengan manusia. Apakah berarti Islam itu adalah agama? Jawabannya, bisa ya, bisa pula bukan. Tergantung apa definisi agama.

Agama artinya ketaatan, pembalasan, atau perintah. Dalam pengertian kita selama ini, Islam adalah agama. Sama seperti Hindu, Budha, Kristen dan Katolik. Tapi mari kita coba lebih teliti. Sekarang ini, pengertian agama mungkin sedang mengalami penyusutan makna. Beberapa kalangan melihat perbedaan pemahaman tentang agama di Barat. Pemahaman tersebut seperti bahwa agama hanyalah bentuk komunikasi atau hubungan antara manusia dan Tuhan mereka. Agama hanya berlaku di gereja, masjid, atau tempat persembahan lain. Praktik agama hanya terjadi ketika seseorang berdoa sebelum makan, sembahyang, bertapa, atau aktivitas lain yang intinya melakukan komunikasi dengan Tuhan. Jadi agama, bagi anggapan Barat, tidak berlaku di ruang kelas, kantor, keluarga, dan masyarakat, apalagi negara. Sehingga justru agama dianggap sebagai bentuk kepatuhan yang tidak bermakna dan tidak berguna bagi kesejahteraan hidup mereka. Hanyalah bentuk lain dari penyaluran naluri manusia pada hal-hal yang bersifat spiritual.

Sederhananya, agama dianggap layaknya bentuk kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Hingga, karena pandangan sempit mereka itu, maka kaum atheis tetap bertahan. Walaupun ternyata muncul kejutan baru bahwa pertumbuhan kuantitas pemeluk agama di dunia Barat cukup signifikan dan terus bertambah.

Islam bukanlah lahir pada abad ke-7 Masehi, ketika Nabi Muhammad s.a.w. lahir atau ketika mulai mendapat penentapan sebagai Rasul. Islam setidaknya muncul sejak Tuhan menciptakan alam semesta ini. Ketika Tuhan menciptakan dunia, maka sekaligus Dia menyertakan aturan-aturan yang menegaskan bahwa alam semesta akan berlaku dan bekerja sesuai dengan ketetapan yang diberikan oleh-Nya. Kepatuhan itu berlaku secara sempurna sehingga seolah-olah alam akan mengikutinya secara buta. Alam semesta sudah pasti tidak memiliki pilihan lain, selain harus mengikuti apa yang sudah menjadi aturan-Nya, dan hal ini sekaligus bentuk tanda kebesaran-Nya sebagai pencipta dan penguasa alam semesta. Tingkah laku dunia yang sudah terpola inilah yang sedang kita gali untuk mengenali lebih dalam ciptaan-Nya sebagai bentuk renungan kebesaran-Nya.

Dalam memberikan petunjuk-Nya, Tuhan juga mengutus seorang pilihan untuk menyampaikan pesan Tuhan bagi suatu kaum tertentu. Beberapa nama bisa langsung bisa kita kenali, seperti Isa a.s., (Yesus), Musa a.s. (Moses), Ibrahim a.s. (Abraham), hingga Muhammad s.a.w. Ajaran yang disampaikan mereka selalu untuk mengajak umat manusia menyembah Tuhan dan melakukan perintah serta menjauhi larangan-Nya. Walaupun wujud ritual pelaksanaan penyembahan masing-masing utusan berbeda.

Dalam sistem kalender, Nabi Muhammad s.a.w. menetapkan tahun pertama dari tahun Islam, setelah 622 Masehi. Bersamaan ketika Nabi melakukan Hijrah dari Mekah ke Madinah, sehingga disebut tahun Hijriyah. Sejak saat itulah sejarah umat Islam secara pasti dimulai. Karena peradaban masyarakatnya berdasarkan atas petunjuk Islam melalui Nabi s.a.w. Suatu bentuk kehidupan yang mencoba untuk sesuai dengan petunjuk Tuhan. Dapat kita pahami bersama, tahun Islam (Hijriyah) bukanlah dimulai ketika kelahiran Nabi atau pengangkatan Muhammad menjadi Nabi s.a.w. Bukan pula sebagai pertanda lahirnya Islam di muka bumi ini.

Agama datang belakangan. Karena agama adalah ketaatan manusia pada Tuhan, maka agama hadir ketika manusia pertama hadir di dunia ini. Ketika Tuhan menciptakan manusia, dengan serta merta Dia membawa sebuah petunjuk bagi manusia untuk menyembah-Nya. Tuhan tidak akan menciptakan manusia tanpa petunjuk bagaimana manusia harus hidup. Ketika Nabi Adam a.s. hadir di dunia ini, muncul pula kewajiban Nabi Adam a.s. untuk melakukan ketaatan kepada Tuhan dalam bentuk dan hak tertentu. Sehingga bisa dikatakan, agama sudah ada pada saat itu. Karena essensi agama adalah percaya kepada Tuhan dan berusaha senantiasa berbakti kepada-Nya.

Jika anda memahami arti yang bias dari penjelasan di atas. Apalagi jika kaitkan dengan Islam. Mungkin Islam bisa kita tegaskan sebagai bentuk agama dengan pengertian agama yang lebih mengena.

Islam juga bukanlah Muhammedanisme, seperti layaknya Budhisme untuk agama Budha, atau Kristen untuk pengikut Yesus Kristus. Memang ada beberapa agama yang muncul dengan membawa nama manusia yang dianggap suci atau utusan Tuhan. Seperti agama Budha muncul dari nama pendirinya Sri Budha Gaotama. Islam bukanlah pula agama Muhammad, tetapi agama Tuhan. Islam adalah sebuah dien yang diwahyukan Allah SWT melalui Nabi-Nya yang bernama Muhammad.

Pengertian secara umum Islam adalah wahyu Allah SWT yang diturunkan melalui Nabi Muhammad s.a.w. untuk mengatur hidup dan kehidupan manusia di dunia. Islam diyakini oleh pemeluknya sebagai jalan sempurna dan mampu mengatur dengan baik kehidupan antar manusia, hubungan dengan mahluk lain dan dengan Allah SWT. Sehingga Islam diyakini sangat lengkap dan menyeluruh, termasuk di dalamnya mengandung aspek ilmu pengetahuan, dengan berpedoman pada Al-Qur’an dan Hadist. Bagi pemeluknya, Islam dianggap sebagai jalan yang paling benar di sisi Allah SWT. Sebagaimana yang terdapat di dalam Al-Qur’an surat Ali ‘Imran (3), ayat 19 dan 85.

Sesungguhnya dien (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam…  (QS. Ali ‘Imran, 3;19).

Barangsiapa mencari dien selain agama Islam, maka sekali-kali, tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (QS. Ali ‘Imran, 3; 85).

Islam muncul sebagai dien bagi seluruh umat manusia. Islam juga menuntut penyerahan diri sepenuhnya dan keyakinan bahwa Allah SWT Maha Esa sebagai Tuhan semesta alam, tidak beranak dan diperanakan. Keyakinan ini menjadi dasar tauhid bagi seorang muslim, disamping lima rukun iman lainnya sampai pada keyakinan akan kebangkitan dari kubur setelah kiamat.

Pada saat Nabi Muhammad s.a.w. masih hidup, hampir semua persoalan kehidupan manusia dapat dipecahkan berdasarkan wahyu dan pendirian Nabi s.a.w. sendiri. Setelah Nabi s.a.w. wafat, dan ketika muncul persoalan yang belum pernah terjadi selama kehidupan Nabi s.a.w., maka selain Al-Qur’an dan Hadist, juga dikenal Ijtihad. Ketiga hal tersebut, menjadi pedoman kaum muslim dalam melaksanakan kehidupannya di dunia sesuai tuntunan Allah SWT.

Sumber : Menyibak Kekal Akhirat Tinjauan Ilmu Fisika, 2007, Yogyakarta : Total Media Kreasindo

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s