Albert Einstein (1879-1955)

Einstein dan teori relativitas hadir pada saat yang tepat, jika dikaitkan dengan perkembangan sejarah bangsa-bangsa di dunia. Ibaratnya pucuk di cinta, ulam pun tiba. Perkembangan yang dimaksud yaitu bangkitnya Jerman modern, kelahiran senjata-senjata nuklir, dan lahirnya Zionisme. Peristiwa tersebut memang lebih menjelaskan tentang perkembangan Jerman modern. Namun posisi Jerman pada saat itu sangat berperan dan turut mempengaruhi peradaban dunia yang tengah dilanda perang dunia kedua. Fakta ini penting untuk diketahui, karena kemunculan Einstein dan teori relativitasnya terasa begitu fenomenal. Jika saja teori relativitas muncul pada abad 20 ini, mungkin akan terjadi perbedaan yang begitu mendasar dan respon masyarakat akan menunjukan reaksi yang berbeda pula.

Beberapa hal yang menyinggung kehidupan pribadi Einstein juga perlu penulis ungkit. Sebagai sosok ilmuwan fenomenal, kehidupan dan kepribadian Einstein menjadi bagian yang menarik untuk diperbincangkan. Mungkin sampai saat ini hanya sosok seorang Einstein saja yang mampu menggangkat profil ilmuwan bak seorang selebritis dan publik figur. Kemunculannya selalu menarik perhatian masyarakat, apalagi bagi sang pemburu berita.

Kekaguman orang terhadap hasil karya Einstein diungkapkan dalam banyak cara. Komentar Presiden Royal Society, J.J. Thomson (Inggris, 1856-1940), pada pertemuan yang membahas hasil foto gerhana matahari untuk menguji teori-teori Einstein yang akhirnya dinyatakan terbukti, “Inilah hasil paling penting yang diperoleh sehubungan dengan teori gravitasi sejak zaman Newton dan merupakan salah satu prestasi tertinggi yang pernah dicapai oleh otak manusia”.

Tahun 1999, Majalah Time menyebut Einstein sebagai “Person of The Century” atau orang abad ini. Untuk menghargainya, sebuah satuan dalam fotokimia dinamai Einstein, sebuah unsur kimia dinamai einsteinium, dan sebuah asteroid dinamai 2001 Einstein.

Tahun 2005, Persatuan Fisika Murni dan Aplikasi (International Union of Pure and Applied Physics, IUPAP) atas permintaan Masyarakat Fisika Eropa (Europian Physical Sociaty, EPS), dan Persatuan Bangsa-Bangsa (Union Nation Organization, UNO) mendeklarasikan sebagai Tahun Fisika Dunia. Perayaan ini untuk mengingatkan dunia tentang pentingnya peran sains dalam kehidupan manusia dan menghimbau semua bangsa untuk meningkatkan apresiasi terhadap usaha manusia dalam mengungkap rahasia alam semesta dan jagad raya. Di Princenton, New Jersey, Amerika Serikat, perayaan 100 tahun “Annus Mirabilis” (Tahun Luar Biasa) karya besar dan wafatnya Einstein, digelar serentetan kuliah-kuliah popular untuk publik seputar karya besar Einstein yang disertai dengan demonstrasi-demonstrasi fisika menarik, dengan puncak acara pertunjukan laser pada 18 April.

Albert Einstein, seorang ilmuwan keturuan dari keluarga Yahudi, lahir di kota Ulm, Wurttemberg, sebuah kota tua yang subur di tepi Sungai Donau, Jerman, sekitar 100 km sebelah timur Stuttgart, pada Jumat, 14 Maret 1879. Ulm terletak di kaki pegunungan Swabian Alpen, tepat bertemunya sungai Blau dan Illen yang kemudian menyatu dengan sungai Donau. Albert adalah anak pertama dan satu-satunya putera dari Hermann Einstein, seorang penjual ranjang bulu yang kemudian menjalani pekerjaan elektrokimia dari istrinya Pauline Koch berbangsa Yahudi. Mereka menikah di Stuttgard-Bad Cannstatt.

Masa kecil Einstein tidak menunjukan tanda-tanda kejeniusannya. Bahkan Einstein kecil sering sakit-sakitan, kemampuan bicara yang terlambat, suka marah dan melempar barang, dan menderita sindrom Asperger yang berhubungan dengan autisme. Selain itu bentuk kepalanya tidak biasa, kemungkinan disebabkan oleh dyslexia, sifat pemalu atau karena struktur yang jarang dan tidak biasa pada otaknya yang diteliti setelah kematiannya. Sampai usia 3 tahun Albert belum dapat bicara, namun minatnya terhadap ilmu pengetahuan dan matematika sudah tumbuh sejak kecil.

Satu hal yang perlu menjadi titik balik dalam kehidupan Einstein akan minat terhadap sains, khususnya fisika, adalah ketika dia mendapat hadiah sebuah kompas dari ayahnya. Rasa panasannya begitu menggelora karena arah jarum kompas yang selalu menunjuk arah utara. Sejak itulah insting seorang ilmuwan yang haus akan jawaban pada sesuatu yang misterius baginya.

Prestasi akademisnya selama sekolah mungkin terbilang biasa-biasa saja. Bahkan tidak menunjukan bahwa kelak dia akan menjadi seorang ilmuwan muda jenius. Sempat dalam suatu ujian masuk ke Federal Institute of Technology yang bernama Eidgenoessische Technische Hochscule (ETH) di Zurich, Swiss, dia gagal. Tahun 1896, Einstein menerima ijazah dari SMU Aarau di saat dia berusia 17 tahun, dan melanjutkan studi ke Institut Teknologi Zurich, jurusan sains dan matematika.

Sahabat terdekat Einstein selama kuliah adalah Marcell Grossman, Michele Angelo Besso dan Mileva Maric, seorang keturunan Hongaria yang kelak menjadi istri pertamanya. Mileva memberi tiga keturunan bagi Eintein, Lieserl, Hans Albert dan Eduard “Tede”. Lieserl lahir sebelum Einstein resmi menikahi Mileva. Hans Albert kemudian menjadi professor di Fakultas Teknik Universitas California, Amerika Serikat. Eduard meninggal di sebuah rumah sakit di Swiss pada tahun 1965 setelah bertahun-tahun menderita sakit schizophrenia.

Pernikahan kedua Einstein dengan sepupunya, janda Elsa pada Juni 1919, dilaksanakan empat bulan setelah perceraiannya dengan Mileva. Einstein wafat pada 18 April 1955 di Amerika Serikat, pada usia ke-76 tahun, setelah menjalani perawatan akibat penyakit jantungnya.

Gambaran singkat tentang sosok pribadi Einstein adalah seorang jenius yang kurang begitu konsisten dalam masalah kewarganegaraan. Beberapa kali dia sempat berganti kewarganegarannya hingga akhirnya memilih Amerika Serikat sebagai warga negara hingga akhir hayatnya. Bahkan dia sempat memiliki dua kewarganegaraan, Swiss dan Jerman, pada waktu bersamaan. Sebenarnya hal tersebut bisa dipahami ketika melihat perjalan karir dan hubungan kurang harmonis antara dirinya dengan pemerintah Jerman yang berkuasa pada saat itu. Walaupun Einstein telah menjalani pernikahan sebanyak dua kali, namun sering dalam berbagai kesempatan dia lebih merasa nyaman dalam kesendirian. Sifatnya yang ceria akan segera bisa segera berubah serius tatkala menekuni teorinya tersebut. Namun di balik itu dia juga dikenal sosok humanis yang sangat membenci peperangan. Sebagaimana penulis sampaikan di atas, kejeniusan, karir ilmiah dan keterlibatannya dalam dunia politik karena tiga peristiwa penting yang mendasari sejarah perkembangan Jerman modern.

Perjalanan karir ilmiahnya dimulai sejak Einstein lulus dari Sekolah Politeknik Negara Federal Swiss di Zurich, dengan gelar kesarjanaan pada jurusan sains dan matematika. Pada saat itu tahun 1900 dan Einstein berusia 21 tahun. Setelah ditolak sebagai asisten dosen di universitas tempat dulu dia kuliah, akhirnya Einstein mendapatkan pekerjaan sebagai guru matematika di Technical High School di Winterthur, disamping itu pula ia mengajar di sekolah swasta di Schaffhausen.

Waktu luang Einstein gunakan untuk melakukan riset pribadi dan menulis. Hasil tulisannya itu dia kirimkan ke majalah-majalah ilmiah untuk berharap dapat diterbitkan. Pada tahun 1901 ia sempat mengirim sebuah makalah ke universitas Zurich dan berharap dapat mendapat promosi untuk gelar Ph.D, namun ditolak.

Atas bantuan rekomendasi ayah Grossman, karier Einstein selanjutnya di Kantor Paten di Bern dalam bulan Juni 1902. Tugasnya adalah memeriksa dan mencatat permohonan-permohonan hak paten yang diajukan oleh para penemu di Swiss dengan pangkat Ahli Teknik Kelas Tiga. Pekerjaan tersebut memberikan banyak waktu untuk melakukan penelitiannya sendiri. Di kantor tersebut Einstein dianggap berprestasi dan mendapat promosi untuk naik jabatan.

Einstein mengundurkan diri dari Jawatan Paten tahun 1909 setelah tujuh tahun bekerja di situ. Alasan pengunduran dirinya karena menerima jabatan sebagai asisten professor Alfred Wolfer, bekas gurunya di bidang astrofisika dan astronomi, di Institut Politeknik Federal (ETH), Zurich. Dua tahun kemudian Einstein diangkat sebagai professor di Karl-Ferdinand University Praha, Cekoslowakia. Di Praha Einstein hanya bertahan selama setahun, tahun 1912 ia kembali lagi ke universitas Zurich untuk menjabat sebagai professor penuh. Dalam tahun 1913 Einstein memperoleh pekerjaan di Kaiser Wilhelm Ins88titut di Berlin, sehingga ia dapat melakukan penelitian dengan bebas tanpa kekhawatiran kekurangan uang dan kewajiban rutin.

Einstein kembali ke Jerman pada tahun 1914 untuk melakukan penelitiannya di Prussian Academy of Science dan menjadi Direktur pada Kaiser Wilhelm Institute of Physics di Berlin disamping sebagai professor pada teori fisika pada University of Berlin.

Tahun 1915 merupakan awal debut Einstein di dunia politik dengan ikut menandatangani “Manifesto untuk Eropa” dan mengusulkan didirikannya sebuah Liga Eropa untuk mengupayakan perdamaian di antara bangsa-bangsa di situ.

Sejak saat itu Einstein mulai mendapat penghargaan Bernard Medal dan puncaknya hadiah bergengsi Nobel untuk efek Fotolistrik pada tahun 1921. Pada tahun yang sama pertama kalinya Einstein memulai kunjungannya ke Amerika Serikat pada tahun 1921 dalam rangka mencari dana untuk Hebrew University of Jerusalem. Dia juga menerima tawaran sebagai pengajar di Universitas Amerika Serikat.

Tahun 1922 Einstein diterima sebagai anggota Komite kerjasama Ilmiah Internasional pada Liga Bangsa-bangsa. Dua tahun kemudian Einstein mendaftarkan diri sebagai anggota Masyarakat Yahudi Berlin. Dukungan Einstein terhadap gerakan zionisme, untuk kebangkitan Yahudi, adalah dari tahun 1925-1928, ia menjadi anggota dewan pengelola Universitas Hibrani di Yerusalem, tempat dimana dia mewariskan koleksi karya-karya ilmiahnya.

Pada awalnya Einstein tidak melibatkan diri dalam gerakan Zionisme. Namun adanya deskriminisi yang berujung pada pembantaian keturunan Yahudi Jerman, terutama pada saat partai Nazi pimpinan Adolf Hitler (Jerman, 1889-1945) berkuasa di Jerman.

Einstein sering melakukan perjalanan kunjungan ke beberapa negara seperti Jepang, Cina, Perancis dan Palestina. Tahun 1925 ia mendapatkan penghargaan Copley Medal of Royal Society. Bersama Mohandes Karamchand Mahatma Ghandi (India, 1869-1948) dan sejumlah tokoh lain, Einstein menandatangani sebuah manifesto yang menyerukan penghapusan dinas militer secara paksa.

Tahun 1926 meraih penghargaan Gold Medal of Royal Astronomical Society. Tahun 1927 Einstein menghadiri Fifth Solvay Conference dan mulai mengembangkan teori quantumnya bersama dengan rekan kerjanya Niels Hendrik David Bohr (Denmark, 1885-1962).

Medali Planck, sebuah penghargaan bergengsi untuk fisika, dianugerahkan kepada Einstein pada tahun 1929. Pada saat itu dia berusia 50 tahun. Ia juga ikut menandatangani sebuah manifesto yang menyerukan pelucutan senjata dunia pada tahun 1930. Manifesto ini diprakarsai oleh Liga Internasional Wanita untuk Perdamaian dan Kemerdekaan.

Dalam rentang waktu antara tahun 1920 hingga 1930, Einstein banyak melakukan perjalanan untuk memberikan ceramah ke berbagai Negara. Persahabatannya bukan hanya dengan kalangan ilmuwan saja, juga politikus terkemuka dan para tokoh-tokoh terkenal dari berbagai Negara seperti Amerika, Prancis, Cina, Skandinavia, 88Spanyol, Inggris, Jepang, Belgia dll. Ia menjadi orang pertama yang mengunjungi Uni Soviet yang komunis. Diangkat menjadi warga kota kehormatan pertama di Tel Aviv dan kota New York.

Selama tahun 1933 Einstein melakukan perjalanannya ke Eropa seperti ke Oxford, Glasgow, Brussels dan Zurich. Tanggal 17 Oktober 1933, Einstein beserta keluarganya meninggalkan Jerman menuju ke Amerika Serikat. Pada saat itu polisi rahasia Nazi melakukan penggeledahan pondok peristirahatan musim panas keluarganya di Caputh, dekat Berlin. Einstein masih dapat kembali ke Eropa atas bantuan sahabatnya Raja dan Ratu Belgia, lengkap dengan pengawalan kepolisian Belgia.

Atas kerja kerasnya sejak tahun 1901, akhirnya ia mendapat tawaran untuk mengajar di Jerusalem, Leiden, Oxford, Madrid dan Paris. Tahun 1935 mendapatkan permanent residency di Amerika Serikat dan tinggal di Priceton, New Jersey, dengan asumsi ia dapat bekerja di Advanced Study.

Einstein tahu bahwa di Peenemunde para ilmuwan Jerman mengembangkan bom atom. Dimulai dari tahun 1938 dengan keberhasilan Otta Hahn (Jerman, 1879-1968) dan Lise Meitner (Austria, 1878-1968) memecah menjadi dua inti atom uranium. Keberhasilan ini ditunjang sebelumnya ketika Max Planck (Jerman, 1858-1947) dengan rumus terkenal E = mc² hasil Einstein yang menyatakan tentang energi laten atom. Penemuan ini mengungkap kemungkinan penggunaan energi yang selama ini terkunci dalam inti atom. Pembebasan inti atom ini akan menghasilkan reaksi nuklir yang menghasilkan daya ledak luar biasa. Maka tanggal 9 Agustus 1939, Einstein menulis surat yang dikirimkan kepada Presiden Amerika Serikat ke-32, Franklin Delano Roosevelt (1882-1945) yang mengingatkan presiden akan kemungkinan Jerman membuat bom atom dan meminta agar nuklir dimanfaatkan untuk penelitian, bukan untuk perang. Menanggapi surat itu Presiden Roosevelt mulai mengembangkan Proyek Manhattan pimpinan Julian Robert Oppenheimer untuk memproduksi bom atom. Keberadaan surat dan rumusnya E = mc² itulah yang mengkaitkan keterlibatan Einstein dalam produksi bom atom Amerika yang meledakan Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945 dan menewaskan 120.000 jiwa.

Einstein adalah seorang penganut pasifisme yang berbalik seratus persen demi merasakan kekejaman Jerman semasa Hitler berkuasa. Dan akhirnya tersadar kembali setelah tahu ternyata Hitler tidak mampu membuat bom atom serta membujuk Amerika membuat bom atom yang memakan ratusan ribu jiwa.

Tahun 1943 Einstein diangkat sebagai penasehat ahli untuk urusan persenjataan di Angkatan Laut Amerika Serikat. Eintein sempat menolak tawaran jabatan Presiden Israel menggantikan presiden sebelumnya yang wafat pada tahun 1952. Penolakan tersebut dikarenakan Einstein merasa jabatan tersebut tidak sesuai dengan bidang keahliannya.

Jejak langkah Einstein sebagai ilmuwan sudah dimulai sejak tahun 1901 pada saat masih berusia 22 tahun, dengan mempublikasikan paper ilmiah pertamanya yang berjudul “Conclusion down from the phenomena of capillarity” di Munich, dan melakukan penelitian pada tahun yang sama mengenai gas yang kemudian menjadikan bahan disertasi doktornya di ETH Zurich untuk gelar PhD pada tahun 1905 dengan judul tesis “On a new determination of molecular dimensions”. Sebenarnya Einstein sudah mulai menulis karya ilmiah sejak tahun 1900 dan sempat diterbitkan.

Albert Einstein, warga Jerman-Amerika Serikat, pada bulan Juni tahun 1905, di usia 26 tahun telah memberikan sumbangsih dalam kemajuan ilmu pengetahuan, melalui karyanya dalam “Annalen der Physik” atau German Physics Journal berupa lima buah paper yang amat penting, termasuk di dalamnya tentang teori relativitas khusus. Penulis hanya akan menjelaskan secara singkat kelima paper tersebut, tanpa bermaksud mengesampingkan beberapa karya Einstein lainnya.

Paper yang pertama yang diterbitkan pada bulan Maret, tentang aplikasi ekipartisi pada peristiwa radiasi atau efek fotolistrik. Tulisan ini merupakan penghantar hipotesa kuantum cahaya dengan berdasarkan pada statistik Boltzmann. Efek fotolistrik adalah pengeluaran elektron dari suatu permukaan (biasanya logam) ketika dikenai, dan menyerap, radiasi elektromagnetik (seperti cahaya tampak dan radiasi ultraungu) yang berada di atas frekuensi ambang tergantung pada jenis permukaan. Istilah lama untuk efek fotolistrik adalah efek Hertz, yang saat ini tidak digunakan lagi. Penjelasan efek fotolistrik inilah yang menghantarkannya pada hadian Nobel pada tahun 1921.

Pada bulan April, paper berikutnya berjudul “Einen die Erzengen und Vermandlung des Lichtes betreffenden heuristischen Gesichtspunk”,  membahas bagaimana Einstein memperluas hipotesis Planck tentang ciri diskontinuitas dari pencerapan dan pemancaran radiasi atom terhadap sifat atom itu sendiri.

Paper berjudul “Die von der molekulaskinetischen Theorie der Warme gefordenten Bewegung von in ruhenden Flusigkeiten suspended Teilchen”, terbit Mei, menjadi paper ketiganya. Paper ini berisi tentang pengembangan gerak Brown yang mendeteksi bagaimana molekul tanpa arus dan ketiadaan pengaruh eksternal yang lain molekul tetap bergerak. Einstein mendapatkan rumus yang mengaitkan gerak Brownian dengan gerak partikel yang ditumbuk oleh molekul fluida dimana partikel itu terapung. Einstein menggunakan teori kinetik cairan dengan memberikan bukti empirik atas dasar pengamatan dan eksperimen kenyataan tentang atom hanya dengan melihat melalui mikroskop biasa.

Paper keempat pada bulan Juni, membahas tentang Teori Relativitas Khusus yang diterbitkan dengan judul “Elektrodinamika Benda Bergerak”. Paper inilah yang dianggap cukup penting karena mengubah konsep Newton tentang waktu dan ruang yang absolut atau mutlak. Einstein mengganti kerangka acuan dengan postulat bahwa kecepatan cahaya di ruang hampa itulah yang mutlak, tidak tergantung kecepatan atau kerangka acuan pengamat. Persoalan gerak ini mengundang pertanyaan bagi Einstein: Bagaimana dengan benda yang terdapat di luar angkasa? Benarkah ruang dan waktu tidak berpengaruh? Benarkah massa bersifat tetap tidak terpengaruh kecepatan gerak benda? Persoalan-persoalan itulah yang diselesaikan Einstein dalam teori relativitasnya.

Paper yang terakhir pada bulan September, berjudul “Apakah Inersia Benda Bergantung pada Kandungan Energinya?”. Paper ini berisi tentang kesetaraan massa-energi. Einstein memaparkan konsepnya bahwa massa suatu benda adalah besaran yang mengukur energi yang ada di dalamnya. Konsep ini ia nyatakan kembali di tahun 1907 dalam bentuk persamaan fisika yang terkenal . Rumus ini menjelaskan konsep tentang kesetaraan massa sebuah benda (m) adalah kandungan energi (E), sedangkan c adalah kecepatan cahaya di ruang hampa (c < 300.000 kilometer per detik). Formulasi ini yang nantinya membuka peluang berkembangnya tenaga nuklir.

Tahun 1905 menjadi tahun yang paling produtif bagi Einstein. Hanya dalam waktu hitungan bulan, ia mampu menyelesaikan tesis Ph.D-nya, menerbitkan dua karya tulis ilmiah yang orisinil tentang teori relativitasnya. Kebanyakan karya Einstein menggunakan rumusan-rumusan matematika yang sangat rumit dan hanya dapat dipahami oleh beberapa orang dengan kemampuan matematika yang tinggi. Bahkan pada awal peluncuran karyanya, banyak pihak bahkan ilmuwan, yang cenderung mengabaikan karya Einstein. Tidak lebih hal tersebut terjadi dikarenakan rumitnya rumusan matematika di karyanya itu sehingga tidak mudah di pahami.

Antara tahun 1906 dan 1910, terbit 26 makalah mengenai berbagai topik dalam Fisika meliputi Fisika Atom dan Molekul, Zat Padat, Statistika Radiasi, Elektrodinamika Realtivistik dan Thermodinamika.

Pada Agustus 1916, Einstein menerbitkan tulisannya tentang “Dasar-dasar Relativitas Umum”, yang mengaitkan gravitasi dengan struktur ruang dan waktu. Dalam teori ini Einstein mengungkapkan tentang paradigma gravitasi modern, pengujian dan terapannya dalam astronomi serta kosmologi, yang disampaikan di hadapan Akademi Ilmu Pengetahuan Prusia. Gaya gravitasi dapat dipikirkan sebagai ruang waktu yang melengkung di sekitar benda sehingga massa yang berdekatan cenderung untuk bergerak ke arahnya, sama seperti kelereng yang bergerak menggelinding ke alas lubang yang berbentuk seperti mangkuk.

Dalam 90 buah publikasinya antara tahun 1911 s.d. 1920, mengenai dasar-dasar dan perkembangan paradigma relativistas umum, fisika molekul/ atom, termodinamika, fotokimia, interaksi radiasi terkuantumkan dan materi terkuantumkan, termasuk mengenai Relativitas Umum. Tahun 1916 Einstein menulis buku dengan judul “Relativity, The Special and General Theory”.

Tahun 1912 memulai penelitiannya tentang phase baru tentang gravitasi dengan bantuan dari beberapa temannya. Peristiwa pengeboman kota Hiroshima dan Nagasaki yang mengakhiri Perang Dunia II pada Agustus 1945 sering dikaitkan dengan Einstein karena inspirasi teori relativitas khusus dan umum Einstein dalam pembuatan bom atom tersebut.

Teori Medan Terpadu (Unfield Field Theory) yang dirumuskan Einstein pada tahun 1929 mencoba untuk memadukan teori Kuantum dan Relativitas. Teori ini berusaha menjelaskan sifat-sifat cahaya sebagai gelombang dan partikel. Dengan keyakinan bahwa alam memiliki keteraturan dan keharmonisan, Einstein membangun suatu hukum fisika tunggal yang dapat digunakan, baik untuk makrokosmos maupun mikrokosmos. Teori ini nyaris selesaikan oleh Einstein pada 1949 pada senja hidupnya, namun masih saja jauh dari harapan. Hingga akhir hayatnya, Einstein masih belum tuntas menyelesaikan secara sempurna teori Medan Terpadu tersebut.

Antara tahun 1921 s.d. 1940, tercatat 151 buah publikasi Einstein berisi pengembangan, penerapan dan diseminasi paradigma Relativitas Umum, Emisi Cahaya dalam proses elementer Stern-Gerlach dan efek Compton, berbagai versi Teori Medan Terpadu (Einstein dengan medan metrik nonsimetrisnya, Weyl dengan medan tera (gauge fiel-nya), dan Kauza dengan peningkatan dimensi yang menampung gejala interaksi).

Antara tahun 1941-1949 terdapat 22 buah publikasi Einstein yang mencakup kosmologi dan astrofisika, model alam semesta yang mengembang, sains dan agama, metafisika tentang mekanika kuantum dan realis.

Formulasinya tentang energi yang setara dengan massa benda dan kuadrat kecepatan cahaya, , meramalkan tidak ada apapun yang dapat bergerak lebih cepat dari cahaya. Penghargaan Nobel pada tahun 1921 memberikan pengakuan atas kecerdasannya yang bermanfaat bagi umat manusia, melalui pelayanannya dalam Fisika Teoritik, dan khususnya untuk penemuannya mengenai hukum efek fotolistrik

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s