Workshop Model Pembelajaran

Workshop Model Pembelajaran MGMP IPA SMP Kab. PemalangWorkshop Model Pembelajaran MGMP IPA SMP Kab. Pemalang

Randudongkal, 29 Oktober 2011 – Sebanyak 20 guru mata pelajaran IPA SMP yang berada di POKJA II (Pulosari, Moga, Belik, Warungpring, Watukumpul, Bantarbolang dan Randodongkal) mengikuti Workshop Pemberdayaan MGMP IPA SMP Kabupaten Pemalang tahun 2011/201.

Materi yang menjadi bahan workshop kali ini adalah tentang Model Pembelajaran yang merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran di kelas. Kegiatan dilaksanakan di SMP Negeri 3 Randudongkal dengan dipandu oleh Febri Prasetyo Adi, S.Pd.I (SMP Negeri 2 Pulosari). Workshop kali ini merupakan pertemuan ke-5 dari 15 pertemuan yang direncanakan sejak 17 September 2011 hingga 10 Maret 2012. Sumber biaya dari kegiatan ini dibebankan pada dana blockgrand dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kabupaten Jawa Tengah.

Workshop ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan TOT Guru Pemandu SMP Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam In Service I di LPMP jl. Kyai Mojo, Srondol Kulon, Semarang 50263 pada 29 Juli s.d 2 Agustus 2011 yang menjadi bekal bagi para guru pemandu baru. Direncanakan TOT In Service II akan dilaksanakan pada kisaran bulan Desember 2011 untuk membekali guru pemandu agar bisa lebih mendalami teori-teori pembelajaran.

Model, Pendekatan, Strategi dan Teknik Pembelajaran

Pada dasarnya Model Pembelajaran adalah rangkaian proses pembelajaran yang merangkum aspek pendekatan, strategi, media dan teknik pembelajaran. Terkadang guru masih mencampuradukan beberapa istilah tersebut, sehingga dalam Rencana Program Pembelajaran (RPP) antara model, pendekatan, strategi dan teknik pembelajaran masih belum bisa dibedakan. 

Pendekatan pembelajaran adalah suatu rangkaian tindakan yang terpola atau terorganisir berdasarkan prinsip-prinsip tertentu, yang terarah secara sistematis pada tujuan-tujuan yang hendak dicapai. Strategi pembelajaran adalah perpaduan secara keseluruhan dan pengorganisasian secara kronologis dari metode-metode dan bahan-bahan yang dipilih untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Teknik pembelajaran adalah cara yang digunakan agar strategi pembelajaran bisa berlangsung sebagaimana yang direncanakan.

Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning/ CTL)

Pendekatan kontekstual berusaha untuk mendorong siswa agar bisa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dengan pendekatan ini, diharapkan hasil pembelajaran lebih bermakna bagi siswa. Sedangkan prosesnya dapat berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan sekadar menerima dari guru di kelas. 

Tantangan guru dalam menerapkan pendekatan kontekstual ini adalah peran guru bukan semata menyampaikan atau menginformasikan materi pelajaran. Tetapi tugas utama guru lebih pada memikirkan strategi hingga teknik pembelajaran yang dapat membantu siswa mencapai tujuannya. Mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas menjadi tugas guru yang relatif lebih berat dalam penerapan pendekatan ini. Dengan kata lain, sesuatu yang baru itu bukan dari kata guru tetapi atas hasil refleksi siswa sendiri setelah sebelumnya melakukan berbagai pengamatan dan pemikiran.

Pendekatan kontekstual mendasarkan diri pada kecenderungan pemikiran tentang belajar sebagai berikut

1.   Proses Belajar

  •   Belajar tidak sekadar menghafal,
  •   Anak belajar dari mengalami,
  •   Manusia mempunyai tingkatan yang berbeda dalam menyikapi situasi baru,
  •   Siswa perlu dibiasakan memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya dan bergelut dengan ide-ide tersebut.

2.   Tranfer Belajar

  •   Siswa belajar dari pengalami sendiri, bukan dari pemberian orang lain,
  •   Penting bagi siswa untuk mengetahui apa guna dia belajar dan bagaimana menggunakan pengetahuan itu.

3.   Siswa sebagai Pembelajar

  •   Manusia mempunyai kecenderungan untuk belajar dalam bidang tertentu,
  •   Strategi belajar itu penting untuk mempelajari hal-hal yang baru,
  •   Peran orang dewasa (guru) adalah untuk membantu menghubungkan antara baru dan yang sudah diketahui,
  •   Tugas guru adalah untuk menfasilitasi agar informasi baru yang dipelajari siswa bisa lebih bermakna.

4.   Pentingnya lingkungan belajar

  •   Belajar efektif harus terpusat pada siswa,
  •   Pengejaran harus terpusat pada bagaimana siswa menggunakan pengetahuan baru,
  •   Umpan balik sangat penting yang berasal dari penilaian yang benar,
  •   Menumbukan komunitas belajar dalam bentuk kelompok kerja adalah penting.

Tujuh komponen CTL

  1. Kontruktivisme
  2. Inquiry
  3. Questioning
  4. Learning Community
  5. Modeling
  6. Reflectioning
  7. Authentic Assessment

Model-Model Pembelajaran yang Kontekstual

  1. Role Playing
  2. Problem Based Intruction (PBI)
  3. Course Review Horay
  4. Mind Mapping
  5. Change of Pairs
  6. Debate
  7. Group Investigation
  8. Group to Arraound
  9. Snowball Throwing
  10. Student Teams Achievment Divisions (STAD)
  11. Team Game Tournament (TGT)
  12. Jigsaw
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s