Keinginan Marilyn Manroe

AKTRIS cantik Marilyn Monroe tahu bahwa hidupnya akan berakhir sebentar lagi. Dia sudah merancang skenario bunuh diri yang sensasional meski baru berusia 36 tahun. Siapa peduli! Hidup sudah sangat membosankan baginya. Tapi masih ada satu hal yang mengganjal di hatinya. Dia belum punya keturunan yang bisa mewarisi ketenaran dan tentu saja kecantikannya. Kelak jika sudah mati, dia ingin dirinya bisa kekal dikenang orang melalui keturunanya yang musti cantik seperti dirinya dan juga cerdas. Dan dia sudah menentukan pilihan, satu-satunya orang yang tepat sebagai ayah dari anaknya adalah Albert Einstein. “Dialah orang tercerdas yang pernah hidup di dunia itu”, pikir Monroe. Akhirnya Monroe dan Einstein melakukan suatu pertemuan dan kesepakatan diperoleh. Enstein tidak terlalu berminat dengan Monroe tapi idenya lumayan brilian. Jadi Einstein hanya akan menyumbangkan spermanya untuk dilakukan pembuahan dengan metode inseminasi. Operasi dijalankan dengan hati berdebar. Waktu terus berlalu. Namun apa yang terjadi! Tidak seperti apa yang mereka harapkan, ternyata anak keturunan mereka lahir dengan paras pas-pasan seperti ayahnya dan akal yang bodoh seperti sang ibu!

Ide Marilyn Monroe di atas Lanjut membaca

Wanita dalam Sains

MICHAEL H. Hart dalam bukunya “Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh di Dunia”, mengakui sendiri bahwa satu pertimbangan penting mengapa ilmuwan Marie Curie (1867-1934) memiliki kemasyhuran dan mendapatkan posisi sebagai tokoh kehormatan yang berpengaruh, adalah lebih banyak disebabkan karena dia seorang wanita. Sebagai wanita, Marie mendapat kemasyhuran ini karena dianggap mampu melakukan penyelidikan yang berkualitas seperti halnya para ilmuwan pria. Publik mendapat kesan bahwa dialah yang menemukan radioaktif. Padahal tak perlu disangkal lagi Marie dan suaminya, Pierre Curie, memulai penyelidikan tersebut setelah membaca laporan penemuan Antoine Henri Becquerel (1852-1908) tentang radioaktif.

Sebenarnya apa salahnya jika Marie seorang wanita? Apa lantas hubungan antara kemasyhuran dengan jenis kelamin? Kemasyhuran itu sungguh bersifat semu. Padahal ketika seorang Marie mendapat kehormatan lebih karena dia seorang wanita, itu sama saja dengan menegaskan suatu anggapan lemah terhadap wanita itu sendiri. Bahwa sebenarnya seorang wanita tidak akan pernah mendapatkan posisi tersebut. Dan ketika seorang wanita sedikit memiliki kelebihan, maka dia lantas diposisikan betul-betul terhormat. Jadi ketika Marie berhasil, sungguh-sungguh luar biasa. Sebenarnya hal ini tidak membuktikan apapun selain sebuah pesan untuk wanita yang tidak seharusnya berada di wilayah sains. Lanjut membaca