KIR Espero buat film pendek lagi…??!!

Ya,… anda benar. Terinspirasi dari banyaknya masukan dan dukungan pada lounching film pendek perdana lalu, maka KIR Espero bertekad untuk memproduksi film pendek lagi. Untuk film pendek kali ini harus lebih baik dan berkualitas dari film pendek sebelumnya. Berbagai persiapan dan perencanaan disusun lebih detail dan dini agar proses produksi bisa berjalan lebih baik.

Perencanaan

Perencanaan dimulai sejak akhir Oktober 2012 lalu. Kegiatannya meliputi penyusunan proposal produksi film pendek ke sekolah, penulisan naskah skenario dll. Sesuai perencanaan jenis film pendek yang diproduksi adalah fiksi drama komedi. Mengambil latar sekolah, rumah dan persawahan. Pemeran utama ada empat orang dibantu dengan pemeran pembantu sebanyak 6 orang. Jika tidak ada halangan yang berarti, maka lounching kemungkinan bisa dialaksanakan pada tanggal 1 Januari 2013 bertepatan dengan tahun baru masehi 2013. Baca lebih lanjut

Enaknya kos Gratis di Masjid Jogja

Mencari tempat kos itu gampang-gampang susah. Kalo kebetulan teman-teman kosnya enakan, ya pasti bikin betah. Nah kalo sebaliknya, bisa cuma numpang lewat hehe… Kos juga bisa merubah kepribadian dan perilaku kita. Intinya, kita akan menjadi lebih baik jika lingkungan kita baik dan akan bertambah buruk jika lingkungan kita memang berpotensi membawa kita ke arah yang lebih buruk.

Sering kita dengar, seorang mahasiwa yang kedapatan ngedrugs, kumpul kebo, suka miras, kecanduan dll. Padahal dulunya, sebelum jadi mahasiswa, anaknya kalem, lembut, taat ibadah dll. Pokoknya tipe anak muda soleh dan solehah lah. Itu mungkin salah satunya disebabkan lingkungan dimana dia kos.

Fenomena kos campur (laki-laki dan perempuan satu rumah) sudah mulai merambah kota-kota pelajar. Asyik memang secara sekilas Baca lebih lanjut

Ada Waria di sekolahku

DIA teman satu meja dengan saya di SMP dulu. Selepas itu kami tak pernah bertemu lagi, kecuali di satu kesempatan. Untuk ukuran laki-laki, wajahnya bisa di kata cukup “cantik”. Postur tubuhnya kurus tinggi. Gerak geriknya lemah gemulai. Mimik bicara dan polah tingkahnya betul-betul mirip ekspresi seorang perempuan. Tapi saya tahu betul bahwa dia itu laki-laki. Hampir sebagian besar teman bermainnya adalah perempuan. Dan eloknya sepucuk surat cinta pernah diterimanya dari seorang teman perempuan yang  telah lama menaruh perasaan suka padanya.

KAMI, teman-temannya sama sekali tidak pernah mempermasalahkan kepribadiannya. Tidak ada rasa canggung saat berdekatan dengannya. Dan dia juga sepertinya menikmati apa yang melekat pada dirinya. Saat yang menakutkan baginya adalah saat pelajaran olah raga. Maklum dengan polah kemayu-nya, tentu menjadi semacam hiburan bagi kami saat melihatnya berolahraga. Lucu dan menjadi sebuah tontonan yang sangat menyenangkan.

Hampir sepuluh tahun setelah kelulusan sekolah kami tak saling bertemu. Kami melanjutkan studi tanpa saling komunikasi. Hingga saat tak sengaja kulihat dia berjalan di sepanjang trotoar sendirian. Dan sungguh mengejutkan, Baca lebih lanjut